Keluarga Desak Polisi Ungkap Kematian Santi

Share this:
Karyawati Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Pandan

TAPTENG – Pihak keluarga meminta polisi segera mengungkap misteri pembunuhan terhadap Santi Devi Malau (25), karyawati Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Pandan, yang ditemukan tewas mengenaskan di kamar mandi kosnya, Jumat (14/6) pagi. Langkah ini harus dilakukan karena menurut keluarga, kematian Santi dinilai sangat tidak wajar.

Hal ini ditegaskan abang korban, Madayansyah Tambunan MPd, saat disambangi NEW TAPANULI di kediamannya, Senin (17/6). “Kami berharap polisi segera menangkap pelaku dan dapat menghukum seberat-beratnya. Kalau tidak, kami akan membuat aksi,” tegasnya.

Calon anggota DPRD Tapteng terpilih ini mengatakan, pelaku pembunuhan terhadap Santi tersebut sangat biadab. Sehingga siapa pun pelakunya harus ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Kematian gadis yang bertugas sebagai costumer service di Bank Syariah Mandiri itu, sudah di luar dari kewajaran.
“Kita belum dapat kepastian apa motif di balik kematiannya. Polisi harus segera mengungkap motif pembunuhan tersebut agar kita tidak terus bertanya-tanya,” jelasnya.

Madayansyah menegaskan, buat institusi sebesar Polri, pengungkapan misteri dan penangkapan terduga pelaku sungguh bukanlah sebuah perkara yang sangat sulit. Polri merupakan salah satu institusi yang memiliki jaringan hingga ke pelosok desa. Konon lagi, dalam olah TKP yang dilakukan, banyak fakta-fakta yang dapat mempermudah penyelidikan pihak kepolisian.

“Kita menduga terduga pelaku merupakan individu yang sangat familiar. Tidak ada alasan untuk tidak bisa menangkapnya,” tukasnya.
Sebelumnya adik korban, Alex Malau juga meminta polisi segera menangkap pelaku. “Kami berharap misteri kematian kakak kami ini secepatnya dapat terungkap,” kata Alex.

Alex menyebutkan, selain diduga menjadi korban pembunuhan, kakaknya juga diduga menjadi korban perampokan. Hal ini ditandai dengan hilangnya telepon genggam dan dompet korban. Tapi Alex juga tidak habis pikir kenapa barang berharga lainnya seperti emas yang dikenakan kakaknya tidak diambil terduga pelaku. “Mudah-mudahan iPhone korban dapat dilacak pihak kepolisian, karena saya yakin sebelum korban ditemukan meninggal, pasti ada percakapan yang tinggal di WA maupun Instagram kakak,” tukasnya.

Di mata Alex, Santi merupakan seorang kakak yang baik. Korban memiliki pribadi yang santun dan ramah. Tidak banyak tingkah dan selalu melaksanakan sholat 5 kali sehari semalam. Selama hidupnya, Santi tidak pernah bermasalah dengan orang lain. Sebagai pribadi yang telah memiliki pekerjaan tetap, Santi selalu membantu biaya pendidikan adik-adiknya. “Terkejut, ya pastilah. Selama ini kakak sering membantu biaya kuliah kami,” pungkasnya.
Seperti diberitakan, sesosok mayat berjenis kelamin perempuan ditemukan tewas di dalam kamar kos-kosan di simpang Aek Tolang, Lingkungan II Kelurahan Pandan, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng), Jumat (14/6) sekira pukul 10.13 WIB.

Penemuan mayat yang diketahui bernama Santi Devi Malau (25) berawal dari kecurigaan rekan kerja korban. Korban yang bekerja sebagai costumer service di Bank Syariah Mandiri (BSM) ini tak kunjung keluar dari kamar kos. Saat dihubungi melalui telepon seluler, Hp korban juga tidak aktif. Curiga, rekan kerja korban pun mendatangi tempat kos korban untuk memastikan keadaan korban yang tidak masuk kerja. “Setiba di depan kamar kos korban, kami pun mengedor-gedor pintu kamarnya, tapi nggak dibuka-buka. Dia pun nggak menyahut dari dalam kamar,” tutur Afri Hutagalung, salah satu rekan korban saat itu.

Melihat kondisi itu, rekan kerja korban yang tiba di lokasi dan didampingi beberapa warga memilih untuk mendobrak pintu kamar kos korban. Setelah pintu kamar terbuka, mereka pun dikejutkan melihat kondisi tubuh korban yang sudah terbujur kaku di dalam kamar kos. “Kami melihat korban tergeletak di lantai kamar kos, dekat kamar mandi,” jelasnya.
Atas penemuan tersebut, rekan kerja korban langsung menghubungi pihak kepolsian. Mayat korban pun selanjutnya dibawa ke RSUD Pandan untuk dilakukan visum.

Diduga, Santi Devi Malau yang merupakan warga Lingkungan II Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun ini menjadi korban pembunuhan. Hal ini di tandai dengan ditemukannya luka luka pada bagian wajah. Hidung remuk dan mengeluarkan darah. Sementara 1 unit iPhone dan dompet milik korban hilang.

Dugaan pembunuhan terhadap Santi diperkuat dengan keterangan tertulis dari pihak kepolisian. Kapolres Tapteng AKBP Sukamat, melalui Kapolsek Pandan AKP Harry SH menyebutkan, pada tubuh korban ditemukan tanda-tanda kekerasan. “Korban ditemukan di dalam kamar mandi di balut dengan kain dan di muka korban di temukan bekas pukulan benda keras,” kara AKP Harry melalui pesan tertulisnya.(ztm)

Share this: