Proyek Kolam Dinas PU Labusel Dituding Sarat Korupsi

Bagikan:
Rizky/ Metro Rantau

METROASAHAN.COM, KOTAPINANG – Anggota DPRD Kabupaten Labusel menyoroti pembangunan kolam di Komplek Perkantoran Pemkab Labusel dengan biaya Rp 2,2 miliar. Kuat dugaan perencanaan dan pelaksanaan proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Energi (PUPE) Pemkab  Labuhanbatu Selatan (Labusel), terindikasi korupsi.

Sementara untuk mengelabaui besarnya anggaran proyek tersebut, proyek ini sengaja dilaksanakan secara bertahap namun bukan dilaksanakan multi years. Anggota DPRD Labusel Romadhon beberapa waktu lalu mengatakan, ada dugaan mark up  (penggelebungan) dalam anggaran pembuatan kolam yang berada di belakang kantor bupati tersebut.Dalam waktu dekat ini akan melakukan penelusuran dalam pengalokasian anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan kolam yang berada di belakang kantor bupati tersebut.

Sebab sejak awal pengerjaan proyek tersebut di tahun 2014 banyak kejanggalan terjadi. Dari data yang dihimpun, sejak tahun 2014, tahun 2015 dan tahun 2016 ini, Dinas PUPE  Labusel  telah menggelontorkan anggaran  mencapai  Rp 2,2 miliar.

Dengan rincian pada tahun 2014 dikucurkan anggaran sebesar Rp 1,4 miliar kemudian tahun anggaran 2015 sebesar Rp500 juta dan pada tahun 2016, Dinas PUPE Labusel  kembali mengalokasikan APBD sebesar Rp300 juta hanya untuk pembangunan kolam tersebut. Sedangkan, kondisi kolam itu sendiri selama ini terlihat masih sebatas pengerukan diperkirakan dua meter dari pinggir kolam.

Salah seorang  mandor alat berat yang sempat bekerja di lokasi pengerukan, Santoso Nababan, sempat kaget mendengar biaya pembangunan kolam milik pemerintah daerah itu. Anggaran yang digunakan dinas PU Pemkab Labusel sebesar Rp 1,4 miliar APBD TA 2014 untuk proyek kolam disinyalir terjadi penyimpangan. Untuk penggunaan alat berat dalam kota biaya mobilisasi satu alat berat pulang pergi sekitar Rp 10 juta, jadi biaya mobilisasi untuk excavator dan bulldozer totalnya Rp 20 juta, mengingat yang digunakan untuk pengerokan itu hanya dua alat berat.
Kemudian, untuk biaya rental alat berat excavator per jam Rp250 ribu dikali delapan jam kerja dalam dalam satu hari. Sehingga biaya yang dibutuhkan untuj excavator bekerja Rp4 juta per hari. Sedangkan  biaya makan operator dan helper (pembantu) Rp150 ribu per hari dan  biaya bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk excavator 200 liter per hari dikali Rp9.200 per liter.

Sedangkan dalam satu hari biaya BBM excavator ditaksir Rp1.840.000. Sehingga, jumlah keseluruhan biaya rental excavator Rp 6 juta per hari.
Selanjutnya, untuk biaya rental alat berat bulldozer type D3 per jam Rp 150 ribu. Jika dikali delapan jam kerja dalam sehari, maka biayanya dalam sehari Rp1,2 juta. Sedangkan uang makan operator dan helper Rp150 per hari. Untuk biaya BBM bulldozer per hari 100 liter dikali Rp 9200 harga per liternya sehingga biaya BBMnya Rp 920.000 per hari. (riz/rah)

Bagikan: