Menu

31.040 Warga Labusel Belum Rekam E-KTP

Ilustrasi

MetroAsahan.com, LABUSEL – Sebanyak 31.040 jiwa penduduk Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) belum melakukan perekaman e-KTP. Hal ini dikhawatirkan menjadi salahsatu persoalan di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut (Pilgubsu) pada Juni 2018 mendatang.

Kepala Disdukcapil Labusel Awaluddin Harahap melalui Kasi Pelayanan Capil Dewi, Kamis (8/2) mengatakan, jumlah penduduk Kabupaten Labusel pada semester 1 tahun 2017 mencapai 318 ribu jiwa. Dari total jumlah penduduk itu, ada sebanyak 212.697 jiwa yang dinyatakan sebagai warga wajib e-KTP.

Sementara dari total jumlah penduduk wajib e-KTP itu, ada sebanyak 181.657 jiwa yang sudah melakukan perekaman e-KTP.

“Jadi memang masih ada sekitar 31.040 jiwa penduduk Labusel yang belum melakukan perekaman e-KTP,” ujarnya.

Namun, kata Dewi, pihaknya saat ini terus berupaya agar tidak ada lagi warga Labusel yang belum terekam e-KTP.

Mereka, katanya, jemput bola mendatangi rumah-rumah warga yang belum melakukan perekaman e-KTP. Pihaknya pun mengajak semua pihak di Kabupaten Labusel, untuk dapat bekerjasama dalam gerakan Indonesia Sadar Adminduk.

“Target kita 100 persen terekam hingga akhir Februari 2018. Mudah-mudahan tercapai,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua KPU Labusel Sumarno mengatakan, pihaknya khawatir kalau 31.040 jiwa penduduk yang belum melakukan perekaman e-KTP ini menjadi salahsatu masalah dalam Pemillihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut di Kabupaten Labusel.

“Syarat untuk menjadi pemilih harus memiliki e-KTP atau Suket dari Disdukcapil. Jadi kalau masih ada 31.040 jiwa penduduk yang belum melakukan perekaman, tentu ini dikhawatirkan jadi masalah nanti,” ujarnya.

Maka dari itu, hasil pencoklitan data pemilih yang tengah dilakukan hingga 18 Februari 2018 mendatang, nantinya akan dikoordinasikan dengan pihak Disdukcapil Labusel.

“Karena dari hasil pencoklitan nanti kita akan mendapatkan data warga-warga yang belum memiliki e-KTP. Nah, data inilah nanti yang kita koordinasikan dengan Disdukcapil agar sesegera mungkin dapat melakukan perekaman terhadap warga-warga tersebut,” jelasnya. (nik)

Loading...