Menu

Rencana Pembelian Lahan Bandara Disoal

Bangun Hasibuan
Anggota DPRD Labusel H Zainal dari PDI-P saat berbaur dengan massa.

MetroAsahan.com, LABUSEL – Rencana pembelian lahan untuk pembangunan Bandara di atas lahan seluas lebih kurang 236 hektare tepatnya di Desa Hajoran, Kelurahan Langgapayung, Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labusel disoal. Pasalnya warga disana menganggap pembelian lahan itu sangat diskriminatif.

“DPRD Labusel diminta menghentikan pembelian tanah untuk pembangunan Bandara karena memakai anggaran yang berlebihan mencapai Rp25 miliar. Kepada Pemerintah Labusel jangan ada diskriminisasi setiap mengadakan pembangunan,” kata Hasby Juadi saat orasi demo di depan Kantor DPRD Labusel bersama massa Ikatan Pemuda Labusel (IPL).

Menurut mereka, kebijakan pemerintah yakni DPRD dan Pemkab Labulsel untuk pembelian lahan dengan nilai Rp25 miliar yang dianggarkan pada RAPBD TA 2018 Kabupaten Labusel sarat kepentingan penguasa, sehingga sangat menciderai masyarakat.

“Kalau ditinjau dari segi kelayakan masih banyak lokasi yang dapat dimanfaatkan untuk lokasi pembangunan bandara itu. Kenapa nggak dibangun di Kotapinang saja selaku ibukotanya Kabupaten Labusel,” ujar massa.

Selain menyoroti lahan Bandara, massa juga menyoroti besarnya dana yang digelontorkan kepada pengurus Majelis Taklim Nurhasanah (MTN) Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

“Kepada DPRD yang terhormat, kita harapkan segera memanggil pengurus Majelis Taklim Nurhasanah (MTN) tentang menggelembungan anggaran setiap tahunnya. Dan, kemana saja anggaran sebelumnya dipergunakan. Kami juga meminta kepada Kajari segera memeriksa pengurus Majelis Taklim Nurhasanah,” harap mereka.

”Pemkab Labusel jangan melakukan pembodohan terhadap masyarakat,” kata Ketua Ikatan Pemuda Labusel Yazid Alvaro Hasibuan.

Aksi damai ini dikawal ketat oleh petugas Satpol PP di depan pintu gerbang DPRD Labusel. Massa menginginkan tuntutan dan aspirasi mereka ditanggapi.

Menanggapi aspirasi massa, Ketua DPRD Labusel Drs Jabaluddin dan Wakil Ketua Syahdian Purba SH serta H Zainal Harahap akhirnya turun menemui massa.

Zainal mengatakan, pihaknya akan membicarakan masalah ini dengan mengajak enam perwakilan massa.

“Kami sebenarnya terus mengumandangkan suara seperti ini. Di sidang pembahasan RAPBD dan sampai detik ini masih alot. Semua akan kita tampung,” kata Zainal. (bh)

Loading...