Menu

Pembangunan Gedung DPRD Labusel Belum Rampung, Telan Dana Rp27 M

Bangun Hasibuan/Metro Asahan
Kondisi Gedung DPRD Labusel senilai Rp 27 M belum rampung pembangunannya. Bangun.

MetroAsahan.com, LABUSEL– Meski sudah menghabiskan biaya sebesar Rp27 miliar, namun pembangunan gedung DPRD Labusel belum juga rampung. Hal ini menjadi pertanyaan besar bagi sebagian masyarakat.

Bahkan, melihat besarnya dana yang digelontorkan terhadap pembangunan ini, warga menilai di proyek tersebut terindikasi mark-up.

“Kita sangat menyayangkan keterlambatan pembangunan kantor DPRD Labusel. Padahal anggaran yang sudah dikucurkan sudah sangat besar untuk pembanguban kantor itu. Kami menduga proyek ini terindikasi mark up,” ujar Fahruddin, Ketua LSM FBRI Labusel kepada Metro Asahan, Rabu (11/4).

Disebutkan, besaran anggaran yang dikucurkan sudah Rp27 miliar. Namun kantor tersebut belum juga rampung, bahkan ditambah lagi sebesar Rp13 miliar dari dana APBD TA 2018.

“Dari awal sejak 2014 proyek itu dikerjakan seorang pengusaha berinisial Ac warga Kalapane Kotapinang yang sudah puluhan tahun mengatur seluruh proyek yang ada di Kabupaten Labusel,” jelasnya.

Bahkan, tak jarang proyek yang dikerjakan Ac banyak bermasalah. Namun pengusaha itu tak pernah tersentuh hukum. “Dia pintar mengatur aparat hukum, yang pada akhirnya dia mengerjakan proyek dengan sesuka hati,” cetusnya.

Sementara itu, Mahasiswa yang tergabung di HMI Cabang Labuhanbatu Raya Senin (9/4) melakukan aksi  menuntut agar pembangunan Kantor DPRD Labusel disegerakan, mengingat pembangunan Kantor DPRD ini sudah berlangsung lima tahap. Dan, berdasarkan data yang ada sudah menghabiskan dana APBD sebesar Rp27 miliar. (bh/ma)

Loading...