Menu

6 ASN Dinkes Labusel yang Terjaring OTT Masih Diperiksa

Bangun Hasibuan/Metro Asahan
Kantor Dinkes Labuhanbatu Selatan.

MetroAsahan.com, LABUSEL – Tim Saber Pungli Polda Sumatera Utara (Sumut) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap enam orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Senin (9/7). Namun, hingga Selasa pagi (10/7) keenam orang tersebut masih diperiksa secara intensif di Polres Labuhanbatu.

“Tadi pagi baru diserahkan oleh tim Saber Pungli Poldasu ke Polres Labuhanbatu. Mereka sebanyak enam ASN dari Labusel. Sekarang sedang kita periksa,” kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang kepada Metro Asahan, Selasa (10/7).

Status keenam ASN itu masih sebagai saksi. Namun Kapolres belum menjelaskan apa motif gratifikasi sehingga keenam ASN tersebut terjaring OTT. Bahkan, secara rinci juga nama-nama keenam ASN Labusel yang statusnya masih sebagai saksi itu belum disebutkan.

“Iya, kita masih periksa saksi-saksi secara mendalam dan apa peranan mereka masing-masing,” tegasnya.

Penangkapan itu terjdi, Senin (9/7) oleh Tim Saber Pungli Poldasu didampingi petugas Polres Labuhanbatu. Tim melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di ruang Bendahara Dinas Kesehatan Labusel sekira pukul 15.30 WIB.

Informasi yang dihimpun Metro Asahan dari berbagai sumber, penangkapan yang dilakukan tim saber pungli terjadi ketika sejumlah oknum Kapus (Kepala Puskesmas) melakukan penyerahan sejumlah uang di ruang Bendahara Dinkes.

Diduga OTT tersebut terkait pungutan liar (Pungli) yang dilakukan terhadap dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun anggaran 2018, sebesar 20% atau diduga menyangkut hal gratifikasi yang dilakukan beberapa oknum.

KeenamASN disebut-sebut yakni Kapus Tanjung Medan berinisial ES, Kapus Langgapayung berinisial IYS, Kapus Aek Goti berinisial ST, Kapus Mampang berinisial dr Ul, dan seorang ASN Dinkes Labusel. (bh/ma)

Loading...