Pengadaan Seragam SD Disdik Labusel

Bagikan:
Terdakwa Dugaan Korupsi Divonis Bebas

MetroAsahan.com, Satu dari dua terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan seragam SD Tahun Anggaran (TA) 2016 di Dinas Pendidikan (Disdik) Labuhanbatu Selatan (Labusel) divonis bebas.

Terdakwa yang divonis bebas yakni Waswin Lubis selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek tersebut. Sedangkan terdakwa lainnya bernama Juli Syahbana Siregar selaku rekanan dihukum selama 1 tahun dan 6 bulan penjara denda Rp50 juta subsidair 1 bulan kurungan.

Dalam sidang yang digelar di ruang cakra 5, PN Medan, Senin (22/10) siang, Majelis Hakim yang diketuai oleh Irwan Efendi menyatakan perbuatan terdakwa Waswin tak terbukti bersalah seperti yang didakwakan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Labusel.

Sebelumnya kedua terdakwa dituntut masing-masing selama 6 tahun dan 6 bulan penjara denda Rp200 juta subsidair 4 bulan kurungan.

JPU menilai perbuatan kedua terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 2 Jo Pasal 18 Undang-undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Perbuatan kedua terdakwa dinilai merugikan keuangan negara sebesar Rp1 miliar lebih dari total pagu anggaran sebesar Rp1,9 miliar.

Selain itu, khusus untuk terdakwa Juli Syahbana, JPU juga mewajibkannya untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp500 juta lebih. Dengan catatan apabila dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap namun belum dibayar maka harta bendanya dilelang untuk negara. Jika tidak cukup, maka digantikan kurungan badan selama 3 tahun dan 6 bulan penjara.

Sementara itu, diwawancarai seusai sidang, JPU Surung Aritonang mengatakan langsung mengambil sikap menanggapi vonis tersebut. “Kita langsung ajukan banding bang,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya kasus ini sempat dihentikan dan kedua terdakwa dibebaskan dari sel tahanan Rutan Tanjunggusta Medan. Hal itu setelah, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan mengabulkan eksepsi (nota keberatan) yang diajukan kuasa hukum terdakwa.

Namun Jaksa tak tinggal diam, Jaksa mengajukan perlawanan ke tingkat banding Pengadilan Tinggi (PT) Medan dan dikabulkan hingga akhirnya kasus inipun disidangkan kembali. (fir/pojoksumut/ma)

Bagikan: