Kejari Labusel Dituding Lemah Tegakkan Supremasi Hukum

Bagikan:
Massa PC PMII saat berdemo di depan Kantor Kejari Labusel.(Bangun Hasibuan/Metro Asahan)

MetroAsahan.com, LABUSEL – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PCPMII) menuding Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) lemah dalam penegakan supremasi hukum dugaan korupsi, di kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Labuhambatu, ini.

“Untuk ini kami menilai Kejari Labusel belum bisa menegakkan supremasi hukum, sehingga kami mendorong agar Kejari Labusel bisa mengusut secara tuntas dugaan-dugaan atau statemen yang kami sampaikan,” tutur Koordinator aksi PMII Maraison saat orasi, Kamis (7/2), di depan Kantor Kejari Kotapinang.

Dalam orasi puluhan orang PMII menyampaikan tujuh poin untuk mendapat perhatian pihak Kejari Labusel antara lain, memeriksa Kepala Dinas PU dan Tatanan Pemukiman  Labusel, terkait dugaan mark up pembangunan irigasi di Sei .Kanan.

Memeriksa Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labusel yang diduga mark up pembangunan Puskesmas Sidodadi dan Torgamba. Memeriksa Kepala Dinas Ketenaga kerjaan Labusel terkait adanya dugaan menerima suap dari PT Wisuda Indo Jaya terkait laporan tenaga kerja yang tidak valid.

Selanjutnya, Kejari dapat memeriksa Kepala Dinas Kependudukan dan Capil Labusel yang diduga masih adanya pencaloan untuk pembuatan E-KTP yang sengaja dibiarkan. Memeriksa Kepala Dinas Lingkungan Hidup Labusel soal adanya dugaan pembiaran pencemaran lingkungan yang meresahkan masyarakat sekitar  dari PT Milano Aek Batu/ Sei.Pinang, serta memeriksa aset Pemkab Labusel yang tidak dipulangkan pimpinan/anggota DPRD Labusel periode tahun 2009-2014, di antaranya laptop, kamera dan lain-lainnya.

Usai melakukan orasi, massa langsung diterima Kasi Intel Kejari Labusel Jimmy Donovan SH di ruangan aula Kejari Labusel. Dalam pertemuan ini, koordinator aksi Maraison Affandi Dalimunthe menjelaskan, mereka mendesak atas adanya temuan-temuan masyarakat yang bertentangan dengan peraturan, serta diduga menimbulkan kerugian negara.

Sementara, Kasi Intel Jimmy Donovan SH mengatakan, pihak Kejari Labusel memberikan apresiasi kepada adik-adik mahasiswa yang telah melakukan aksi damai dalam menyampaikan aspirasi dari masyarakat.

“Namun untuk dapat dilakukan penyelidikan atas apa-apa yang disampaikan adik-adik mahasiswa, harus ada bukti-bukti awal yang kuat. Oleh karenanya, kami berharap kepada adik-adik dapat membantu kami dengan menyerahkan data-data dan bukti-bukti yang akurat,” ujar Jimmy. (bh/ahu/ma) 

Bagikan: