Menu

Dugaan Korupsi Seragam SD Labusel, Terdakwa Dituntut 6,5 Tahun Penjara

Bangun Hasibuan/Metro Asahan
Kedua terdakwa ketika menjalani persidangan.

MetroAsahan.com, LABUSEL – Waswin Lubis, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Juli Syahbana Siregar selaku rekanan terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan seragam SD Tahun Anggaran (TA) 2016 di Dinas Pendidikan (Disdik) Labuhan Batu Selatan (Labusel) hanya bisa pasrah dituntut masing-masing selama 6 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp200 juta subsidair 4 bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dedy Saragih.

Sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Medan, kemarin sore itu, JPU Dedy menilai perbuatan kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 Jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Ya keduanya kita tuntut 6 tahun penjara, perbuatan kedua terdakwa dinilai merugikan keuangan negara sebesar Rp1 miliar lebih dari total pagu anggaran sebesar Rp1,9 miliar,” ujar Kasi Pidum Kejari Labusel Dedy Saragih kepada Metro Asahan, Senin (27/9).

Selain itu, khusus untuk terdakwa Juli Syahbana, JPU juga mewajibkannya untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp500 juta lebih. Dengan catatan apabila dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, namun belum dibayar, maka harta bendanya dilelang untuk negara.

Jika tidak cukup, maka digantikan kurungan badan selama 3 tahun dan 6 bulan penjara.

Kedua terdakwa diizinkan oleh Majelis Hakim yang diketuai Irwan berkoordinasi dengan Penasehat Hukumnya untuk mengajukan pembelaan (pledoi) yang dibacakan pada sidang pekan depan. “Kami akan mengajukan pembelaan Yang Mulia,” ucap kedua terdakwa.

Untuk diketahui, sebelumnya kasus ini sempat dihentikan dan kedua terdakwa dibebaskan dari sel tahanan Rutan Tanjunggusta Medan. Hal itu setelah Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan mengabulkan eksepsi (nota keberatan) yang diajukan Penasehat Hukum terdakwa.

Namun Jaksa tak tinggal diam, Jaksa mengajukan perlawanan ke tingkat banding Pengadilan Tinggi (PT) Medan dan dikabulkan hingga akhirnya kasus inipun disidangkan kembali. (bh/ma)

Loading...