Menu

Anggota Dewan Kembalikan 32 Mobil Dinas

Ilustrasi

MetroAsahan.com, LABURA – Anggota DPRD Labura mengembalikan 32 mobil dinas ke Pemkab Labura. Mobil dinas tersebut dikembalikan melalui Kepala Badan Pengelolaan Keuagan dan Aset di Bidang Aset sejak Oktober lalu.

Hal itu dibenarkan Sekretaris Dewan (Sekwan) H Ahmad Lokot, Selasa (16/1). Ia mengatakan, mobil-mobil dinas dimaksud, selama ini digunakan sebagai kendaraan operasional alat kelengkapan dewan yang digunakan untuk operasional anggota dewan.

Pengembalian mobil tersebut dilakukan sebagai sebuah bentuk ketaatan kepada regulasi yang telah ditetapkan bersama.

“Sesuai regulasi yang lama, pimpinan dan anggota DPR dan DPRD mendapat hak protokoler dan pelayanan. Namun berdasarkan regulasi yang baru yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 tahun 2017 memberikan tunjangan transportasi kepada anggota DPRD sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” ujar Sekwan.

Terpisah, Anggota DPRD Labura Hasan Basri Pasaribu mengatakan, Pengembalian mobil dinas itu, sebagai tindaklanjut dari PP Nomor 18 tahun 2017, DPRD secara lembaga telah menetapkan peraturan daerah (Perda). Sehingga wajib dieksekusi sesuai perintah Perda.

“Kami tetapkan Perda yang mengatur soal keuangan sesuai PP 18 tahun 2017. Maka sejak ditetapkan, kami secara resmi menyerahkan kembali mobil yang selama ini kami pakai. Teman-teman lainnya juga sudah mengembalikan mobil dinas sebanyak 32 unit yang merupakan bagian alat kelengkapan dewan. Dan, saat ini tidak lagi menggunakan mobil dinas kecuali tiga pimpinan Dewan,” kata anggota Dewan asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Ditambahkan, anggota DPRD lainnya yakni Mhd Rulis Harahap yang berasal dari Partai Nasdem ini mengatakan, pengembalian mobil dinas dilakukan agar tidak terjadi double pelayanan yang didapat anggota DPRD. Sebab, akan melanggar regulasi dan Perda yang telah ditetapkan.

“Kami berharap mobil dinas tersebut digunakan sebagaimana mestinya, agar dapat menunjang kinerja pemerintah,” ucap Rulis yang dikenal terbuka ini. (st)

Loading...