Menu

Hasnah, Nenek Berusia 80 Tahun Akhirnya dapat Bantuan

Syawal Tanjung
Nenek Hasnah dan kedua anaknya foto bersama di rumah mereka di Dusun II, Desa Damuli Kebun, Kecamatan Kualuh Selatan, Labura, Senin (5/2).

MetroAsahan.com, LABURA – Setelah kehidupannya dipublikasikan, Hasnah, nenek berusia 80 tahun ini akhirnya dapat perhatian dari warga, camat dan anggota DPRD Labura. Ada yang bawa sembako seperti beras, telur, roti, gula dan minyak goreng.

Camat Kualuh Selatan dan anggota DPRD Labura Amran Pasaribu langsung turun ke lapangan dan berkunjung ke rumah Hasnah.

Kedatangan para pejabat ini langsung disambut keluarga Hasnah. “Terimakasih atas kunjungan pak camat dan anggota DPRD,” kata Hasnah didampingi anaknya Rami (66) di Dusun II, Desa Damuli Kebun, Kecamatan Kualuh Selatan, Labura, Senin (5/2).

Menurut Hasnah, selain kedua pejabat itu, ada juga masyarakat yang datang mengunjungi mereka. “Tidak tau darimana asal mereka. Tapi, sejak diberitakan Metro Asahan, ada masyarakat yang datang berkunjung ke rumah kami. Mungkin mereka merasa iba dan kasihan melihat hidup kami,” ujarnya.

Warga tersebut member mereka bantuan berupa beras 2 zak, telur, gula, minyak goreng dan roti.

“Kami hanya bisa mengucapkan terimakasih kepada orang itu atas bantuan mereka kepada kami. Siapapun orang itu, semoga sukses dan murah rezekinya. Kami di rumah ini ada delapan orang,” isak wanita itu sambil meneteskan air mata.

Pantauan Metro Asahan,  rumah yang dihuni Hasnah dan anak-anaknya cukup sempit. Apalagi yang tinggal di dalamnya ada delapan orang. Rumah berdinding papan dan tepas itu pun sudah mulai berlubang dan lapuk dimakan usia.

“Rumah ini peninggalan ayah kami. Dibangun sekitar tahun 60-an. Kami tidak punya biaya buat merehab. Hidup kami serba kekurangan. Saya sendiri bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Sedangkan adik-adikku bekerja di ladang orang. Upah kami hanya bisa buat makan dan biaya sekolah anak-anak.Kadang buat makan ajapun susah. Begitulah kami menyambung hidup selama ini,” ujar Rami diamini adiknya Kartiman dan Kusmiati.

Camat dan DPRD Prihatin

Sementara Camat Kualuh Selatan Samsul Tanjung dan Anggota DPRD Labura Amran Pasaribu mengatakan, sejak turun ke lapangan, mereka merasa iba melihat kehidupan Hasnah dan anak-anaknya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar memperhatikan keluarga ini. Paling tidak mereka harus dimasukkan dalam satu Kartu Keluarga (KK),” ujar Camat.

Selain Camat, Dinas Sosial Labura juga merasakan hal yang sama. Koordinator PKH Syahripin mengatakan, pihaknya sudah turun ke rumah Hasnah.

“Kita sudah turun. Melihat kehidupan mereka, keluarga itu memang masuk kategori keluarga miskin,” sebutnya.

Sementara Sekretaris Desa Damuli Kebun Agus Susanto mengaku, keluarga itu sebelumnya atau semasa program BLT pernah dapat bantuan. Namun, sejak berubah nama menjadi Rasta, keluarga Hasnah tidak ada dalam daftar sehingga tidak pernah lagi menikmati yang namanya bantuan pemerintah. (st/des)

Loading...