Menu

Dinkes Labura Razia Produk Sarden, Hasilnya Nihil

Syawal Tanjung /Metro Asahan
Sekretariat Dinas Kesehatan Labura Tigor Pasaribu SKM sedang mengecek makarel dan sarden di pusat pasar perbelanjaan di Aek kanopan. 

MetroAsahan.com, LABURA – Menindaklanjuti surat Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM-RI tentang penarikan 27 merk ikan kalengan atau Sarden Makarel dari pasaran, Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Labura langsung turun tangan ke lapangan.

Instansi ini melakukan monitoring ke pusat pasar perbelanjaan di Kabupaten Labura. Monitoring itu dalam rangka menindaklanjuti surat Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM-RI tentang penarikan 27 merk ikan kalengan atau Sarden Makarel dari pasaran yang menunjukkan hasil pengujian positif mengandung cacing parasit.

Kepala Dinas Kesehatan dr Hj Saodah melalui Sekretaris Tigor Pasaribu, Rabu (11/4) mengatakan, sebanyak 27 jenis merek Makarel dan Sarden di antaranya sarden ABC, ayam Brand, Botan, Gaga dan lainnya sudah mereka uji dan dilakukan pengecekan dengan cara membuka dan mengkonsumsinya.

“Dalam pemeriksaan itu tidak ada ditemukan cacing yang membahayakan kesehatan,” kata Tigor Pasaribu.

Yang akan di monitoring ada delapan tempat pusat perbelanjaan. “Tim yang ikut memonitoring ada dari Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Labura.
Hasilnya, kami tidak menemukan ikan kalengan atau sarden yang dinyatakan negatif atau tidak ada mengandung cacing parasit. Setidaknya ada delapan lokasi pusat perbelanjaan yang menjadi titik monitoring yang tim lakukan,” ujarnya. (st/ma)

Loading...