Dua Dijadikan Tersangka Pada Kasus OTT Labura

Bagikan:
Tim Tipikor Poldasu memasuki salahsatu ruangan di Dinas Pendidikan Labura.

MetroAsahan.com, LABURA – Tim tindak pidana korupsi (Tipikor) Polda Sumut dan Polres Labuhanbatu akhirnya menetapkan dua tersangka dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Pendidikan Aek Kuo, Senin (10/12).

Sebelumnya tim melakukan penggeledahan di kantor tersebut. Sebanyak 12 personel Subdit Tipikor Poldasu dan Polres Labuhanbatu memasuki kantor Dinas Pendidikan.

Tim yang mengendarai sejumlah mobil itu dipimpin Kasubdit Tipikor Poldasu Kompol Roman Smaradhana Elhaj. Mereka memasuki ruangan bagian guru dan tenaga pendidikan yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Labura.

Kanit Reskrim Polsek Kualuhhulu Iptu Ginting juga terlihat di lokasi Dinas Pendidikan. Kompol Roman kepada wartawan menyebutkan, penggeledahan yang mereka lakukan sebagai pengembangan operasi tangkap tangan (OTT) di UPT/koordinaror wilayah Kecamatan Dinas Pendidikan Aek Kuo pada Kamis lalu.

Menurutnya, pemeriksaan yang mereka lakukan adalah dokumen-dokumen yang terkait dengan pembayaran tunjangan profesi guru Triwulan Pertama dan Kedua tahun 2018.

Berkaitan dengan OTT di Kecamatan Aekkuo, Roman menyatakan dua tersangka berinisial S dan A saat ini masih ditahan di Poldasu. Sedangkan empat lainnya dibolehkan pulang ke rumah.

“Pendalaman terus dilakukan apakah tersangka akan bertambah dan hal itu masih dalam penyelidikan,” katanya.

Tipikor Poldasu dalam penggeledahan menurunkan delapan personel dan di backup empat personel dari Polres Labuhanbatu. Penggeledahan tersebut dipimpin Kasubdit III Tipikor Poldasu Kompol Roman Smaradhana Elhaj.

Ruangan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) penggeledahan dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB. Pengembangan dari penggeledahan Kantor Koordinator Wilayah Kecamatan Aek Kuo yang sebelumnya disebut UPTD, pada Kamis 6 Desember 2018 lalu.

Roman mengatakan, pihaknya mengamankan Kepala Koordinator Wilayah Kecamatan (KWK) Aek Kuo Salam SPd bersama lima orang Pegawai Koordinator Wilayah Kecamatan Aek Kuo lainnya dari kantor KWK Aek Kuo, juga menyita barang bukti puluhan juta uang yang digunakan untuk biaya pengurusan sertifikasi terkait tunjangan profesi guru.

Selanjutnya mengamankan dua orang tersangka, yakni Kepala Koordinator Wilayah Kecamatan berinisial S dan Pengawas PKSD berinisial A, di Mapoldasu. Sedangkan empat lainnya diperbolehkan pulang.

Kompol Roman mengatakan, mereka mengamankan berkas dokumen terkait rekapitulasi usulan pembayaran tunjangan profesi guru Triwulan I tahun 2018 dan Triwulan II tahun 2018.

Namun, saat ditanyakan apakah ada kemungkinan bertambahnya tersangka, Roman mengatakan masih menunggu penyelidikan selanjutnya. “Nanti akan kita informasikan ya,” ujarnya.

Kadis Pendidikan Suryaman SPd melalui Sekretarisnya Edi Mahfuz membenarkan kedatangan tim Poldasu ke Kantor Dinas Pendidikan Labura. Kedatangan tim untuk melakukan penyidikan.

“Kedatangan mereka resmi. Ada surat tugas. Mereka memasuki ruangan guru dan tenaga pendidikan. Setelah melakukan penggeledahan, tim membawa sejumlah berkas terkait sertifikasi guru. Kami mendukung karena mereka menjalankan tugas dan fungsinya,” sebut Edi Mahfuz. (st/des/ma)

Bagikan: