Satu Lumba-lumba di Sungai Kualuh Mati

Bagikan:
Bangkai lumba-lumba yang ditemukan warga di Sungai Kualuh, Kabupaten Labura, Rabu malam (30/1). (Syawal/ Metro Asahan)

MetroAsahan.com, LABURA – Sedih! Satu dari dua ekor lumba-lumba yang muncul di Sungai Kualuh, Kabupaten Labura ditemukan dalam kondisi mati, Rabu malam (30/1).

Lumba-lumba yang diduga berjenis air tawar itu ditemukan mati sekitar pukul 18.00 WIB. “Iya, sudah mati (lumba-lumba). Kami sudah lihat mengapung kemarin malam,” kata Kepala Desa Kuala Beringin, Edi Mansur Pane, Kamis pagi (31/1).

Mendengar kabar mamalia itu mati, warga sejak kemarin berbondong-bondong datang ke lokasi. Sebab, lumba-lumba itu viral dan jadi perbincangan di media sosial.

Tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut juga sudah turun untuk mengevakuasi hewan itu. Hingga kini tinggal seekor lumba-lumba lagi yang belum ditemukan untuk dievakuasi kembali ke habitatnya.

Lihat Videonya :

Edi menuntut agar BBKSDA bertindak cepat. Jangan sampai seekor lumba-lumba lagi tidak selamat karena terlambat dievakuasi.

“Tadi telah kami sarankan agar segera diupayakan evakuasi, supaya tidak terjadi ?hal yang sama,” ucap Edi.

BBKSDA dikabarkan sedang meneliti penyebab kematian lumba-lumba. Mereka juga sudah menggelar rapat untuk upaya evakuasi seekor lagi.

Herman, salah seorang warga di sana mengatakan, awalnya ia melihat lumba-lumba itu mengapung di sungai ketika ia sedang memancing .

Ia kemudian mengabari Kades dan warga sekitar. Tidak lama, warga pun ramai di lokasi dan menemukan bangkai lumba-lumba yang sempat hilang selama dua hari.

“Kami juga heran, yang tadinya dua, kok cuma satu yang kelihatan. Sekarang sudah terjawab. Ternyata satu sudah mati. Sayang ya,” katanya.

Hal senada disampaikan Ijul (32) warga Kualuh Beringin. Ia menyayangkan kematian luma-lumba tersebut. (st/ma) 

Bagikan: