Puluhan Ha Lahan Hutan Beralih Fungsi jadi Kebun Kelapa Sawit

Bagikan:
Tim DPN Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup dan warga sekitar memperlihatkan peta SK Menhut Tentang HKM milik KTH Jainapul Batu Jonjong Bersinar Kecamatan NA. IX-X Labura, di lokasi areal kerja HKM. (Syawaluddin Tanjung/Metro Asahan)

MetroAsahan.com, LABURA – Puluhan hektare lahan hutan kemasyarakatan Jainapul Batu Jonjong Bersinar di Dusun VIII Masihi, Desa Sei Raja, Kecamatan Na.IX-X, Kabupaten  Labuhanbatu Utara (Labura), telah beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit yang semestinya tanaman kayu.

Hal ini dikatakan Ketua Tim Identifikasi Pemetaaan dan Pengukuran Kawasan Hutan DPN LKLH, Darwin Marpaung, Selasa (12/2). Darwin menjelaskan, menurut pernyataan Rahmat Hasibuan (54) warga sekitar lahan hutan, yang juga Anggota Kelompok Tani Hutan Jainapul Batu  Jonjong Bersinar, lokasi HKM milik mereka telah dialih fungsikan oknum pengusaha menjadi tanaman kelapa sawit.  “Pengusahanya di sebut-sebut bernama Tongseng  yang berdomisili di Rantauprapat,” ujarnya.

Dikatakanya lagi, kawasan hutan ini dirubah pengusaha itu sejak tahun 2012 dengan umur masa tanam kelapa sawit sekarang diperkirakan kurang lebih 5 tahun. Padahal, lokasi areal hutan yang diusahai Tongseng berada di areal kerja HKM Batu Jonjong Bersinar. “Kami telah memperoleh izin dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI No. SK.3600/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/5/2018 tanggal 28 Mei 2018 tentang pemberian izin usaha pemanfaatan hutan kemasyarakatan (IUPHKM) kepada KTH Batu Jonjong Bersinar seluas 5.500 Ha di Desa Batu Tunggal, Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara,” jelasnya.

Hal yang sama juga dikatakan M Sofyan Damanik selaku Ketua  DPN LKLH Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup, bahwa area lokasi alih fungsi kawasan hutan produksi terbatas (HPT) menjadi perkebunan kelapa sawit seluas kurang lebih 40 Ha, pada kordinat  2° 8’57.46″U – 99°39’48.61″T yang beralamat di Aek Sisi Dusun VIII Masehi, Desa Sei Raja, Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labura.

Setelah diplot kordinatnya  oleh tim LKLH, di lokasi didapat status fungsi lokasi rambahan tersebut sebagai HPT (Hutan Produksi Terbatas), hal ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.44/Menhut-II/2005 tentang Penunjukan Kawasan Hutan di Wilayah Provinsi Sumatera Utara junto Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.579/Menhut-II/2014 tanggal 24 Juni 2014 tentang Penunjukan Kawasan Hutan di Sumatera Utara junto Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI No. P.1076/MenLHK-PKTL/KUH/PLA.2/3/2017 tanggal 13 Maret 2017 tentang Pengukuhan Kawasan Hutan Provinsi Sumatera Utara HKM, adalah program Kementerian LHK RI melalui perhutanan sosial.

Yakni, kawasan hutan yang tetap dijaga fungsinya menjadi akses kelola sosial oleh masyarakat melalui kelompok tani hutan. Namun kenyataannya, lokasi HKM tersebut telah dikuasai oknum pengusaha dan telah disulap menjadi perkebunan kelapa sawit yang semestinya lokasi hutan tersebut adalah hak masyarakat yang berdomisili di sekitar hutan. .

Warga berharap, terkait alih fungsi kawasan hutan ini, hendaknya dinas terkait   menindak tegas oknum yang telah merusak dan mengalih fungsikan area yang tidak sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku. (st/ahu/ma) 

Bagikan: