Rampas Kalung Emas, 2 Pelaku Curas Ditembak

Bagikan:
Kedua pelaku saat diamankan polisi, dengan kondisi kaki dibalut perban. Kaki pelaku terpaksa ditembak karena berusaha melarikan diri. (INZERT) Perhiasan emas milik korban yang dirampas pelaku.

MetroAsahan.com, LABURA- Dua pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) dihadiahi timah panas di bagian kaki oleh petugas Polsek Kualuh Hulu, Kabupaten Labura, Rabu (13/3).

Kedua pelaku yakni Albonis (36) warga Desa Perkebunan Londut, Kecamatan Kualuh Hulu, dan Rudianto (35) warga Karang Sari, Desa Parpaudangan, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labura.

Informasi dihimpun, Rabu siang sekira pukul 11.30 WIB, korban Wariati duduk-duduk di warung miliknya. Kemudian para pelaku datang dengan mengendarai sepedamotor warna hitam. Salah seorang turun dan masuk ke warung dengan modus membeli rokok, dan satunya lagi menunggu di atas kreta.

Pria yang membeli rokok tadi seketika menghampiri korban agar menyerahkan perhiasan emas yang dipakai korban. Lalu mengancam dengan pisau kecil ke bagian perut korban. Namun korban menangkis dengan tangan kanan hingga menyebabkan luka di sela-sela jari kelingking.

Setelah itu pelaku mengancam akan membunuh korban. Mendengar ancaman itu, korban pasrah dan merelakan kalung dan emas miliknya. Setelah itu kedua pelaku melarikan diri ke arah Aek Kanopan.

Saat itu juga, korban langsung membuat pengaduan ke Polsek Kualuh Hulu. Menerima laporan korban, tim Opsnal Reskrim langsung menindaklanjuti dan turun ke lokasi.

Dari hasil cek di TKP dan informasi serta lidik di lapangan, ciri-ciri mengarah kepada kedua pelaku. Hari itu juga sekira pukul 13.30 WIB, kedua pelaku berhasil ditangkap di Wonosari Kelurahan Aek Kanopan, Kecamaran Kualuh Hulu.

Dari tersangka polisi mengamankan barang bukti berupa satu kalung emas, satu gelang emas, satu pisau dan satu unit sepedamotor merk Honda Verzha warna hitam.

Hanya saja, kedua pelaku terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri.
Kapolsek Kualuh Hulu AKP Asmon Bufitra membenarkan penangkapan pelaku curas tersebut.

“Iya, salah satu tersangka adalah resedivis dalam kasus serupa. Peristiwa itu sebelumnya sudah mereka rencanakan,” ungkapnya.  (st/put)

Bagikan: