Menu

Kasus Dugaan Korupsi LPJU PPHP Kembali Diperiksa

Ilustrasi

MetroAsahan.com, RANTAU – Pengembangan kasus korupsi dugaan Mark Up Proyek Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang telah menetapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Julius sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Labuhanbatu, terus berlanjut.

Kali ini, Kejaksaan Negeri Labuhanbatu memanggil kembali Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) Dinas Cipta Karya Labuhanbatu, yang sekarang menjadi Dinas Perkim Labuhanbatu.

“Hari ini, kami dipanggil pihak Kejaksaan terkait kasus LPJU sebagai saksi. Empat orang kami dari Dinas Cipta Karya Labuhanbatu,” kata AL, salahseorang pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) Dinas Cipta Karya Labuhanbatu, Senin (5/2) saat ditemui wartawan di depan kantor Kejaksaan Negeri Labuhanbatu.

Menurutnya, pemanggilan ini guna proses pengembangan lebih lanjut kasus dugaan korupsi Mark Up proyek LPJU.
“Saya sudah tiga kali dipanggil Kejaksaan Negeri Labuhanbatu. Ini yang ketiga kali nya saya dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai saksi,” ujarnya.

Saat disinggung siapa pihak rekanan yang mengerjakan proyek LPJU dengan nilai kontrak Rp638.400.000 di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Pemkab Labuhanbatu pada tahun 2014 lalu, AL tidak mau bicara banyak.

“Sepertinya dalam waktu dekat ini ada tersangka baru,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Labuhanbatu  Muhammad Husairi SH MH, belum berhasil dikonfirmasi terkait hal ini. Saat dicoba dihubungi melalui seluler nya, namun dalam keadaan tidak aktif. (Bud)

Loading...