Menu

Berkas IMB Belum Lengkap Bangunan Sudah Selesai

Budi/Metro Asahan
Sebuah bangunan ruko tiga tingkat yang digunakan untuk penangkaran sarang burung walet di daerah Perlayuan.

MetroAsahan.com, RANTAU – Sejumlah warga Lingkungan Perlayuan, Kelurahan Pulo Padang, Kecamatan Rantau Utara, mengaku resah terhadap sebuah bangunan ruko tiga tingkat yang digunakan untuk penangkaran sarang burung walet. Apalagi diduga tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari pemerintah setempat.

Hal tersebut disampaikan Syaiful Bahri Ritonga, salahseorang tokoh masyarakat lingkungan Perlayuan. Menurutnya, bangunan ruko tersebut dari mulai pertama dibangun hingga selesai, tidak terpampang plank IMB di depan bangunan tersebut.

“Kami bersama sejumlah warga sini, tidak pernah melihat plank IMB bangunan itu. Dari pertama dibangun hingga selesai. Nah sekarang malah dijadikan penangkaran sarang burung walet,” katanya, Rabu (8/8) kepada wartawan di Rantauprapat.

Kami berharap agar pihak Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dapat meninjau bangunan tersebut, karena, mungkin saja pengusaha penangkaran sarang burung walet, hanya ingin mengambil keuntungan pribadi.

“Mungkin saja, pengusaha penangkaran sarang burung walet hanya ingin mengambil keuntungan pribadi, mendirikan sebuah bangunan usaha tidak melalui prosedur perda setempat yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Camat Rantau Utara, Andre, saat dikonfirmasi wartawan terkait izin penangkaran sarang burung walet dan IMB bangunan tersebut mengatakan, dirinya akan mengeceknya terlebih dahulu.

“Kita akan cek terlebih dahulu ya. Soal izin penangkaran sarang burung walet, sekarang tidak ada lagi pengurusan izin penangkaran sarang burung tersebut di Labuhanbatu,” tuturnya melalui seluler.

Sementara itu, Pihak Dinas Perizinan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Labuhanbatu, melalui Kabid Pelayanan Hasanuddin mengatakan, berkas pengajuan IMB bangunan tersebut telah masuk, namun belum lengkap.

“Berkas pengajuan pengurusan IMB dari bangunan tersebut telah masuk sejak beberapa bulan yang lalu, namun belum lengkap,” katanya saat dihubungi wartawan. (bud/ma)

Loading...