Menu

Duh, Toilet DPRD Labuhanbatu Tak Terawat

Kondisi toilet di lantai di gedung DPRD Labuhanbatu.

MetroAsahan.com, RANTAU – Meski anggaran mencapai puluhan juta, namun sejumlah toilet atau kamar mandi di DPRD Labuhanbatu tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Bahkan ada yang difungsikan sebagai gudang.

Amatan wartawan, Senin (13/8) toilet untuk pria yang berada di belakang kantor DPRD Labuhanbatu sama sekali tidak ada air dan terlihat tidak terawat.

Sementara, di bagian dalam gedung lantai l, tolilet terkesan terlihat tidak terawat. Kemudian di lantai ll di dalam gedung tersebut, toilet sama sekali tidak berfungsi, karena tidak memiliki air, dan di sebelahnya dijadikan gudang tempat barang yang rusak, seperti kursi.

“Mau kemana pak, toilet tidak ada airnya pak. Yang satu lagi itu gudang,” kata salahseorang pegawai tenaga kontrak DPRD Labuhanbatu yang bertemu wartawan di sekitar toilet tersebut.

Kepala Sub Bagian Umum DPRD Kabupaten Labuhanbatu H Dame membenarkan bahwa ada toilet yang difungsikan sebagai gudang. “Benar pak, ini saya lihat menjadi gudang, terima kasih informasinya ya,” ujarnya melalui selulernya.

Dia mengatakan, sejak dua hari ini sudah dilakukan pembersihan terhadap seluruh toilet yang ada di gedung DPRD tersebut. Karena, sebelumnya petugas kebersihan dalam keadaan sakit.

“Itu kan aset. Ada dua orang petugas kebersihan kami sebelumnya sakit seminggu yang lalu. Ini sedang dibersihkan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua LSM P3HN Labuhanbatu Parlaungan Sipahutar yang kebetulan berada di gedung DPRD tersebut sangat menyesalkan, mengingat besarnya anggaran untuk pemeliharaan di gedung DPRD Labuhanbatu.

“Saya sangat kesal, ketika hendak buang air kecil di toilet belakang dekat ruangan keuangan dulu, sangat kotor dan tidak ada airnya. Seperti sudah tahunan tidak dibersihkan. Terpaksa saya ke toilet wanita,” ungkapnya.

Uniknya, di dalam APBD DPRD Labuhanbatu anggaran tahun anggaran 2017 lalu, pemeliharaan rutin gedung kantor lainnya sebesar Rp305.480.000.

Sementara untuk pemeliharaan rutin berkala perlengkapan gedung kantor dan lainnya Rp172.880.000 per tahun. Dan, pemeliharaan rutin berkala perlengkapan gedung kantor Rp57.600.000, serta rehab sedang Rp50 juta per tahun.

“Kami akan surati Bupati Labuhanbatu atas ketidaknyamanan ini. Agar masyarakat yang berkunjung ke gedung perwakilan rakyat ini tidak kecewa dengan fasilitas yang ada di sini,” pungkasnya. (bud/ma)

Loading...