Kasus Suap Bupati Labuhanbatu Kontraktor Dituntut 4 Tahun Penjara

Bagikan:
Asiong saat menjalani persidangan. (Ist/Metro Asahan)

MetroAsahan.com, LABUHANBATU – Kasus suap yang menjerat Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap terus berlanjut di meja hijau. Sidang lanjutan digelar dengan agenda tuntutan menghadirkan Effendy Syahputra alias Asiong, kontraktor yang memberikan fee proyek kepada Pangonal.

Sidang lanjutan digelar di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (22/11). Asiong dinyatakan terbukti bersalah karena memberikan suap kepada Pangonal untuk mendapatkan proyek pada tahun 2016,2017 dan 2018 sebesar Rp42 miliar lebih ditambah 218 ribu Dollar Singapura. Dia dituntut empat tahun penjara dengan denda Rp100 juta subsider 2 bulan kurungan.

“Meminta kepada Majelis Hakim yang mengadili dan menyidangkan perkara ini, agar menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara,denda Rp100 juta subsider 2 bulan kurungan kepada terdakwa Effendy Syahputra alias Asiong,” pinta JPU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam persidangan kepada majelis hakim Pengadilan Tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri (PN) Medan yang diketuai Irwan Effendy.

Menurut JPU KPK, Dody Sukmono dan Agung Prasetyo Wibowo, terdakwa Asiong terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar dakwaan primer, yakni pasal 5 ayat 1 huruf a UU No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,jo pasal 20 sebagaimana diubah dalam UU no 31 Tahun 2001 jo pasal 64 ayat KUHPidana.

Hal yang memberatkan terdakwa, kata JPU bahwa perbuatannya bertentangan dengan program Pemerintah Republik Indonesia yang sedang gencarnya melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi. Sedangkan hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, berlaku sopan selama persidangan dan memiliki tanggungan keluarga.

Dari fakta persidangan berupa keterangan 19 orang saksi, surat dan bukti petunjuk, terungkap sejak tahun 2016,2017 dan 2018,terdakwa Effendy Syahputra telah melakukan penyuapan terhadap Bupati Labuhan Batu, Pangonal Harahap untuk mendapatkan proyek di Kabupaten Labuhan Batu.

Diuraikan JPU, pada akhir tahun 2016 terdakwa mengucurkan dana total Rp 12 miliar untuk Pangonal melalui Bank Sumut,Bank BCA melalui sejumlah rekening orang kepercayaan Bupati Pangonal Harahap,seperti Abu Yazid,Antony Hasibuan.

Pemberian uang kepada Bupati Pangonal oleh terdakwa terus berlangsung hingga tahun 2018. Termasuk pemberian 218 ribu Dollar Singapura.

Dirincikan lagi, uang juga beberapa kali diserahkan sebagai komitmen fee melalui cek dan transfer. Selain itu juga melaui Abu Yazid, Anthony Hasibuan, Thamrin Ritonga dan Umar Ritonga.

“Pemberian uang kepada Bupati Pangonal, melalui orang yang sama baik melalui tranfers, cek maupun pemberian langsung di rumah dinas Bupati terus berlangsung hingga tahun 2018,”ungkap JPU.

Suap itu diberikan untuk meloloskan proyek pembangunan sejumlah ruas jalan di Labuhanbatu. (pra/jpc/ma)

Bagikan: