Jalan Alternatif Rantauprapat-Paluta Nyaris Putus

Bagikan:
Badan jalan di Desa Lingga yang terendam banjir kiriman. (F/Ist/Metro Asahan)

MetroAsahan.com, LABUHANBATU – SEMENTARA di Labuhanbatu, badan jalan yang berada di Desa Lingga Tiga, Kecamatan Bilah Hulu terendam banjir hingga mencapai satu meter.

Bahkan akses jalan menuju Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dari Rantauprapat melalui desa tersebut nyaris putus.

Parahnya, sebagian besar anak-anak di desa tersebut tidak bisa bersekolah karena badan jalan tidak bisa dilalui sepedamotor.

Salah seorang anggota TNI 0209/LB Suyanto yang juga warga setempat menjelaskan, banjir tersebut merupakan banjir kiriman dari hulu Sungai Aek Kundur yang meluap sejak subuh.

“Diperkirakan hampir mencapai 300 meter air merendam badan jalan,” ujarnya.

Jalan alternatif ini satu-satunya penghubung tiga kabupaten yakni Kabupaten Labuhanbatu, Labusel dan Paluta.

“Derasnya arus air membuat pengendara roda dua yang mencoba melalui banjir hanyut terbawa arus. Lantaran derasnya arus air, mesin kendaraan mereka mati karena ketinggian air menutupi mesin dan kenalpot kendaraan yang hendak melintas,” tambah Suyanto.

Selain badan jalan, kata Suyanto, banyak juga rumah warga Desa Lingga Tiga yang terendam air.

“Sementara bagi anak-anak sekolah yang mengikuti ujian di sekolahnya harus menumpang kendaraan roda empat untuk melewati banjir,” pungkasnya. (bud/ma)

Bagikan: