20 Hektare Padi Terserang Hama di Panai Hilir

Bagikan:
Anggota Kelompok Tani Nusa Indah, Desa Sei Penggantungan, Minton Nainggolan saat berada di lahan pertanian miliknya. (f/ist)

MetroAsahan.com, RANTAUPRAPAT– Sebanyak 20 hektare lahan pertanian padi milik masyarakat di Desa Sei Penggantungan, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu terserang hama dan terancam gagal panen.

Anggota Kelompok Tani Nusa Indah, Desa Sei Penggantungan, Minton Nainggolan, ketika dihubungi, Senin (07/1) pagi, mengaku pasrah puluhan hektar tanaman padi milik mereka terancam gagal panen.

Tanaman padi tadah hujan atau sistem pengairan mengandalkan curah hujan dan saat ini memasuki tahap populasi tinggi.

Menurutnya, sejumlah upaya penyemprotan menggunakan racun hama Amabas, Darmabas dan Virtako. Namun hingga saat ini tidak menghasilkan apapun.

“Kami minta perhatian kepada pemerintah daerah, karena tanaman padi memasuki masa populasi yang tinggi. Kami masih menunggu bantuan pemerintah melalui kelompok-kelompok tani,” katanya.

Ia berharap, pemerintah memperhatikan petani untuk meningkatkan swasembada pangan dan ketahanan pangan di daerah.

Pihaknya khawatir, jika gagal panen melanda, mata pencaharian masyarakat akan menghambat biaya operasional pendidikan masyarakat di Desa Sei Penggantungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Labuhanbatu Agusalim Ritonga menanggapi persoalan ini mengatakan, pihaknya akan segera turun ke lokasi untuk mengechek dan melihat kondisi tanaman warga yang terserang hama tersebut.

“Besok kita bersama tim akan turun ke lokasi,” ujarnya singkat melalui selulernya. (Bud/ma)

Bagikan: