Pemilik Gedung Vulkanisir Ban Sepelekan Pemkab Labuhanbatu

Bagikan:
Pekerjaan tampak masiih terus berlanjut di bangunan gudang vulkanisir milik pengusaha bernama Leo, walau tanpa IMB.(Bangun Hasibuan/Metro Asahan)

MetroAsahan.com, RANTAU – Pemilik gudang industri vulkanisir ban di Jalan By Pass Adam Malik Rantauprapat, diduga tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan terkesan menyepelekan Pemkab Labuhanbatu.

Pasalnya, walau sudah ada teguran dari Satpol PP Labuhanbatu agar menghentikan proses pembangunanya, pihak pemilik tidak mengindahkannya bahkan pembangunanya terus berlanjut. “Kami disuruh kerja terus Pak,” ujar seorang pekerja bangunan saat ditanya wartawan, Senin (4/2), di lokasi gudang tersebut.

Pengerjaan bangunan ini sudah pernah mendapat teguran dari Sat Pol PP Labuhanbatu dan Dinas Perizinan Terpadu Kabupaten Labuhanbatu, agar segera mengurus IMB.

Hal ini sebagaimana dikatakan Kepala Satpol PP Labuhanbatu, Haris. Bahkan, menurut Haris, pihaknya sudah pernah ke lokasi bangunan agar pemiliknya segera mengurus IMB nya.

“Kami sudah ke sana Pak, dan kami suruh mengurus izin bangunannya. Kami telah mengeluarkan berita acara penyetopan bangunan tersebut,” tutur Haris saat dihubungi melalui ponselnya.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala Dinas Perizinan Terpadu Labuhanbatu, Ikramsyah. “Itu (pemilik bangunan) belum ada mengurus izin untuk mendirikan bangunan (IMB) nya,” ucap Ikramsyah saat dihubungi media ini.

Menyikapi permasalahan ini, salah seorang warga Rantauprapat Saipul Bahri angkat bicara. Dia mengharapkan, agar setiap pemilik bangunan baru terlebih dahulu mengurus IMB sebelum mendirikan bangunan tersebut.

“Nah, ini demi meningkatkan PAD, bukan sebaliknya bangunan dulu didirikan, baru mengurus IMB nya. Ini juga menyangkut Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Labuhanbatu,” kata Saipul menyoroti bangunan baru tersebut.

Ia berharap, agar Dinas Perizinan Terpadu dan Satpol PP menindak tegas terhadap pemilik bangunan baru jika belum juga mengurus izinnya. Sementara itu, saat dihubungi secara terpisah, Leo selaku pemilik bangunan tersebut mengatakan, jika segala persoalan perizinan diberikannya kepada pihak lain. (bh/ahu/ma) 

Bagikan: