Labuhanbatu Terima 1.824 Kotak Suara

Bagikan:
Logistik Pemilu 2019 saat tiba di KPUD Labuhanbatu, Sabtu (9/2/2019). (F/Budi/Metro Asahan)

MetroAsahan.com, RANTAU – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Labuhanbatu menerima 1.824 kotak kardus berisi logistik Pemilu 2019 di Rantauprapat, Sabtu (9/2) pagi.

Logistik Pemilu yang dibawa dua unit kendaraan motor pengangkut barang itu, tiba pada Sabtu sekira pukul 02.00 WIB, dengan pengawalan aparat kepolisian.

Namun, sejak pemberangkatan logistik dari Kabupaten Deli Serdang hingga tiba di Labura tanpa pengawalan aparat kepolisian.

“Berangkat dari Lubuk Pakam logistik ini tidak dikawal Polisi. Syukur, Alhamdulillah setibanya di Aek Kanopan, barulah dikawal. Itu pun karena dihubungi petugas ekspedisi,” ujar M Daud, supir sementara logistik Pemilu 2019.

Selanjutnya, tumpukan kotak kardus berwarna coklat berisi lembaran surat suara untuk pemilihan DPR, DPRD Sumatera Utara dan DPRD Labuhanbatu itu akan diserahkan ke KPUD Labuhanbatu di Jalan WR Supratman, Rantauprapat.

Dari hasil kesepakatan KPUD dan Bawaslu, surat suara akhirnya diserahkan Sabtu pagi pukul 08.00 WIB. Satu per satu logistik dipindahkan ke kantor penyelenggara Pemilu yang bersebelahan dengan Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu tersebut.

Para personel kepolisian juga mendata identitas supir pembawa logistik hingga petugas bongkar muat barang untuk memastikan Pemilu 2019 berjalan dengan aman dan sukses.

Ketua KPU Labuhanbatu Wahyudi kepada wartawan mengatakan, pesta demokrasi di wilayahnya membutuhkan 301.704 surat suara. Selanjutnya, akan didistribusikan ke tempat pemungutan suara. Pihaknya sudah mempersiapkan perapian surat suara yang nantinya akan disortir terlebih dahulu.

Logistik Pemilu 2019 yang datang yakni DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota/kabupaten. Nantinya dalam beberapa hari ke depan akan menyusul logistik surat suara Presiden dan DPD RI.

“Sampai hari ini dari logistik yang sudah kita terima semuanya sudah komplit. Tinggal jumlahnya yang belum kita pastikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan mekanisme hasil suara calon legislatif atau Caleg meninggal dunia yang telah masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT). Pihaknya sudah berkordinasi dengan instansi terkait dan telah menghapus nama Caleg dalam suarat suara. Namun, nomor urut Caleg tetap digunakan.

“Nama Caleg yang meninggal dunia sudah dihapus. Tetapi nomor urutnya masih ada. Jadi, kita hanya menghilangkan namanya saja. Tidak menghilangkan nomor urut. Kalaupun nanti ada yang mencoblos itu, nanti suaranya masuk ke partai politik,” jelas Wahyudi. (bud/ma)

Bagikan: