Pengadaan Sampul Raport K13 di Labuhanbatu Diduga di Mark Up

Bagikan:
Contoh sampul raport K13.

MetroAsahan.com, Rantau – Pengadaan sampul raport untuk siswa SD dan SMP di Labuhanbatu diduga di-mark up. Penjualan sampul raport tersebut diduga telah diarahkan sebelumnya dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu melalui Kepala UPT Dinas masing-masing kecamatan yang telah ditentukan pemasoknya.

Padahal data yang diperoleh harga sampul raport K13 yang dicetak oleh perusahaan Jasa percetakan CV AB beralamat di Medan hanya dijual senilai Rp27.500 per lembar.

Namun oleh oknum pengusaha yang diduga telah ditentukan oleh Disdik sebagai pemasok sampul raport K13 tersebut, harga sampul raport yang pembayaranya diambil dari Dana Operasional Sekolah (BOS) melonjak mencapai Rp50 ribu lebih.

“Saya hanya disuruh Ka UPT ambil, ya saya ambil masalah harga saya tidak tahu,” kata Hasnah Rambe Kasek 112175 Kecamatan Bilah Hulu kepada METRO beberapa waktu lalu. Hasnah mengaku tidak mengenal siapa pemasok sampul raport tersebut.

Informasi yang diperoleh dari Kasek SD lainya mengakui jika pengusaha sampul raport tersebut adalah IR yang juga dikenal sebagai pengusaha buku-buku yang pembayaranya bersumber dari dana BOS.

IR sendiri merupakan pengusaha yang saat ini berkutat di bidang pemasok barang-barang kebutuhan sekolah yabg anggaranya diambil dari dana BOS dan mayoritas barang-barang kepeluan sekolah mulai SD hingga SMP 50 persenya dipasok oleh IR.

Khusus sampul raport IR telah mendistribusikan kepada lebih kurang 20.765 lembar sampul raport kepada siswa-siswi SD. dengan rincian di Kecamatan Panai Hulu 1.707 lembar, Kecamatan Panai Tengah 1381 lembar, Kecamatan Panai Hilir 2.304 lembar, Kecamatan Bilah Hulu 3.124 lembar, Kecamatan Bilah Hilir 3279 lembar, Bilah Barat 2610 lembar, Rantau Utara 4.455 lembar dan Rantau Selatan 3.046 lembar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Drs Sarimpunan, MPd ketika di konfirmasi membantah adanya arahan dalam pembelian raport SD itu. “Setahu saya tidak ada pengkondisian ataupun arahan. Tanya pada Kepseknya aja, karena itu merupakan perbelanjaan sekolah,” tambah Kadisdik Labuhanbatu itu.

Sementara Itu, IR merupakan Pengusaha untuk Raport SD tersebut belum berhasil dihubungi sampai berita ini dikirim ke meja redaksi. (zas/syaf/ma)

Bagikan: