ASN Balai Jalan dan Jembatan Wilayah I Jarang Ngantor

Bagikan:
Kantor Balai Jalan dan Jembatan Wil I di jalan Perintis Labuhanbatu sepi. 

MetroAsahan.com, LABUHANBATU – Para ASN (Aparatur Sipil Negara) di Balai Jalan dan Jembatan Wilayah I jarang masuk kantor. Kantor yang  terletak di jalan Perintis Labuhanbatu itu selalu terkunci dan hanya dihuni seorang penjaga dan mobil-mobil truk yang sudah rusak.

“Gak pernah ada pegawai di sini pak. Cuma saya aja di sini pak. Kalaupun ada paling sebulan sekali mereka datang”, ujar penjaga kantor itu bernama Ari kepada Metro Asahan, Kamis (12/7).

Ketika ditanya kenapa tidak ada ASN di situ, Ari tidak banyak berkomentar. Dia hanya menjawab tidak tahu. Namun ketika didesak berapa jumlah pegawai ASN di kantor itu dia menjawab banyak pak. “Ada 15 lebih pak,” jelasnya.

Salah seorang ASN bagian logistik di kantor itu bermarga Sihombing yang dikonfirmasi melalui selulernya mengakui dirinya sedang berada di Medan. “Saya lagi di Medan bro ada apa, ” ujarnya kepada Metro Asahan.

Ketika ditanya kapan masuk kantor, dia mengaku jarang masuk kantor karena dia hanya bagian logistik. “Saya paling sebulan sekali masuk, saya hanya bagian logistik,” jelasnya.

Diakuinya, rekan-rekan sesama ASN-nya juga sama, jarang di kantor, kebanyakan di luar kota seperti di Asahan dan sebagainya.

Namun ketika ditanya  bagaimana administrasi dan absensi ASN dan siapa yang mengawasi administrasi laporan harian, mingguan dan bulanan kemajuan  proyek TA 2018 yakni perbaikan jalan yang kini sedang berlangsung di Labuhanbatu seperti perbaikan jalan Beton di Jalan Lingkar By Pass Rantauprapat dan perbaikan jalan Hotmik  di Sepanjang jalan besar Sigambal-Aek Nabara dengan biaya puluhan milliar.

Dia hanya berkata, “Dapat darimana no saya,” ujarnya sambil mematikan selulernya.

Salah seorang warga Paharuddin menilai para ASN Balai Jalan dan Jembatan Nasional Wil I itu hanya makan gaji buta saja. Pekerjaan begini jelas sudah tidak bisa ditolerir. Berarti mereka hanya makan gaji buta serta membuat perjalanan fiktif. Ini juga jelas indikasi korupsi,” jelasnya.

Berarti, tambahnya, proyek-proyek Balai Jalan dan Jembatan dari APBN di wilayah I itu tidak diawasi sebagaimana mestinya, sehingga menguntungkan bagi pihak rekanan. “Berarti pemborongnya suka-sukalah, yang penting selesai,” jelasnya.

Fahruddin berharap agar pimpinan Balai Jalan dan Jembatan Wilayah I menindak tegas secara administratif ASN mereka yang jarang ngantor. (bh/ma)

Bagikan: