Kasus Narkoba Meningkat di Labuhanbatu

Bagikan:
Ilustrasi

MetroAsahan.com, RANTAU – Setiap tahun pengungkapan kasus tindak pidana Narkotika semakin meningkat di wilayah hukum Polres Labuhanbatu.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SH, SIK yang di dampingi Kasat Narkoba AKP I Kadek SIK SH MH dalam paparan hasil Operasi Antik Toba 2018 kepada sejumlah insan Pers, Kamis (13/9) di Mapolres setempat.

“Menurut data pengungkapan kasus tindak pidana narkoba di wilayah hukum Polres Labuhanbatu setiap setiap tahunnya mengalami peningkatan yakni pada tahun 2016 sebanyak 364 kasus, di tahun 2017 448 kasus, sementara di tahun 2018 di bulan agustus saja sudah mencapai 400 kasus meski belum genap satu tahun dan masih bersisa 4 bulan lagi,” ungkap Frido.

Dia juga mengatakan, Polres Labuhanbatu telah menangkap 95 tersangka dari 76 kasus narkoba yang berhasil di ungkap selama dua pekan dalam operasi antik toba 2018 yang di laksanakan sejak 27 Agustus 2018 hingga 10 september 2018

“Dalam dua pekan terakhir ini, tiap harinya kita melakukan penangkapan tersangka narkoba, kalau di rata-ratakan setiap harinya ada tiga tersangka yang berhasil di tangkap,” ujarnya.

Dalam hal ini, Kapolres berharap kepada masyarakat agar dapat bersama-sama memerangi narkoba di wilayah Labuhanbatu ini.

“Kami berharap masyarakat pemerhati narkoba, baik tokoh masyarakat, maupun tokoh agama dapat bekerja sama dengan kepolisian agar bersama sama memerangi narkoba. Selain itu, saya berharap agar pemerintah Daerah dapat segera membangun Panti Rehab untuk mengobati penyalah guna narkoba,” harapnya.

Karena, kata dia, untuk mengurangi jumlah penyalah guna narkoba, pembangunan panti rehab adalah salah satu solusi untuk mengurangi orang orang yang sakit ini.

“Sebab jika tidak, pengguna narkoba ini juga yang akan mempengaruhi masyarakat lainnya untuk terjerumus ke dunia narkoba. itu sebabnya kita berharap pemerintah daerah dapat segera membangun panti rehap di Kabupaten Labuhanbatu,” tandasnya. (bud/ma)

Bagikan: