Ngurus KK dan Akta Lahir Janda anak Tiga Ngaku Dikutip Rp270 Ribu

Share this:
Yuni saat ditemui sejumlah wartawan di rumahnya di Dusun III, Desa Situnjak, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan. (Zainal Arifin/ Metro Asahan)

ASAHAN – Yuni (35) warga Dusun III, Desa Situnjak, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan mengaku dikutip uang sebesar Rp270 ribu oleh oknum perangkat desa setempat untuk pengurusan Kartu Keluarga (KK) dan akta lahir anak.

Kutipan tersebut membuat Yuni kecewa. Jumlah uang yang diminta tersebut, baginya sudah cukup besar. Apalagi sejak ditinggal suami, Yuni terpaksa sendirian menghidupi ketiga anaknya yang masih kecil-kecil.

“Pemerintah Desa Situnjak menahan akta lahir anak saya kerena belum bayar sebesar Rp270 ribu kepada pemdes. Padahal saya janda anak tiga. Suami saya meninggal 18 bulan yang lalu tertimpa batu gunung di lokasi Galian C di Desa Meranti, Kabupaten Toba Samosir. Sampai hati pemerintah desa membebankan itu pada saya. Tolonglah pak bantu kesulitan saya,” kata Yuni di hadapan wartawan dan LSM, kemarin (15/5).

Yuni juga mengaku kecewa sebab janji dapat bantuan Rumah Tangga Tak Layak Huni (RTLH), beras miskin dan biaya santunan tidak kunjung ia terima.

Menyikapi hal ini, Kades Desa Situnjak Gunawan saat dikonfirmasi di kantornya tidak berada di tempat. Sementara Camat Aek Songsongan Irwansyah Siahaan melalui selularnya menyayangkan tindakan oknum pemerintahan desa tersebut.

“Itu tindakan yang berbahaya. Saya minta Ibu Yuni datang ke kantor Desa Situnjak untuk menemui saya,” kata Camat.

Sementara Darlin selaku anggota Lembaga Badan Investigasi Nasional (BIN) Kabupaten Asahan meminta Polisi mengusut dugaan pungli itu agar rakyat lemah tidak menjadi bulan-bulanan oknum aparat desa. (Cr-01)

Share this: