PD PAUS Rugi Rp36 Miliar, Tak Layak Dipertahankan

Share this:
Mangkrak : Kondisi bangunan di Jalan Melanthon Siregar rencananya dijadikan pasar semi modern sudah tiga tahun lebih mangkrak.

SEJAK tahun 2014 sampai tahun 2018, Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan dan Aneka Usaha (PAUS) tercatat mengalami kerugian sebesar Rp36 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan Pemko Pematangsiantar Tahun Anggaran 2018, penyertaan modal dasar kepada PD Pembangunan dan Aneka Usaha yang bersumber dari APBD Kota Pematangsiantar sebesar Rp500 miliar.
Modal dasar tersebut dalam bentuk aset dan dana tunai. Adapun dana tunai yang akan disetor secara bertahap selama 10 tahun kepada PD PAUS sebesar Rp50 miliar yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Sejak berdirinya PD PAUS. Selain aset, Pemko Siantar juga telah menyetor penyertaan modal setiap tahunnya. (lihat tabel)

Penyertaan modal ini berdasarkan Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang PD Pembangunan dan Aneka Usaha. Kemudian berdasarkan Perda Nomor 7 Tahun 2014 tentang Penyertaan Modal Daerah ke Dalam Modal PD Pembangunan dan Aneka Usaha.

PD Pembanggunan dan Aneka Usaha ini didirikan pada tahun 2014 berdasarkan Perda Nomor 1 Tahun 2014 tanggal 25 Juni 2014 tentang Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha.
Dalam laporan pertanggungjawaban PD PAUS bahwa pendapatan yang mereka terima pada tahun 2017 yakni pendapatan kontribusi dari PT LPR sebesar Rp225.000.000 dan dari PT SAI sebesar RP920.000.000. Kemudian pada tahun 2018 pendapatan kontribusi dari Unit Usaha ANTARIN sebesar Rp2.758.447 dan dari Unit Pasar Hongkong yang beralamat di Jalan Diponegoro sebesar Rp29.407.740.

Selain bantuan pernyertaan modal tunai, Pemko juga memberikan bantuan kepada PD PAUS berupa aset. Yakni Kompleks Eks Terminal Sukadame, Pasar Diponegoro (Pasar Hongkong) di Jalan Diponegoro, Rumah Potong Hewan di Jalan Melanthon Siregar dan Ruko di Jalan Jend. Ahmad Yani.

Namun faktanya dari amatan Media ini, kawasan eks rumah potong di Jalan Melanthon Siregar adanya bangunan yang dibangun oleh investor yang rencananya dijadikan pusat bisnis atau pasar modern. Akan tetapi, sampai hampir tiga tahun ini, bangunan pembangunan gedung tersebut mangkrak. Alhasil kawasan eks rumah potong tersebut ditumbuhi semak belukar.

Dalam laporan keuangan PD PAUS juga dicatatkan adanya utang pajak sebesar Rp138.569.345 pada tahun 2017 dan Rp138.569.345 pada tahun 2018.

Atas laporan pihak perusahaan daerah per 31 Desember 2018 jumlah pegawai di perusahaan daerah tersebut sebanyak 25 orang pegawai tetap dan 252 calon pegawai. Sehingga total pegawai di perusahaan daerah tersebut sebanyak 277 orang.
Per tanggal 31 Desember 2017 PD PAUS memiliki jumlah pegawai 290 orang dengan rincian, pegawai tetap 21 orang, calon pegawai 253 orang dan honorer/THL sebanyak 16 orang.

Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) ‘Imbalan Kerja’ perusahaan diwajibkan mengakui kewajiban imbalan pasca kerja. Pengakuan kewajiban tersebut didasarkan pada ketentuan Undang-undang Tenaga Kerja No 13/2003 tahun 2003. Dalam ketentuan tersebut perusahaan diwajibkan untuk membayarkan imbalan kerja kepada kryawan pada saat mereka berhenti bekerja, baik dalam hal mengundurkan diri, pensiun normal, meninggal dunia dan cacat tetap.

Namun tetap sampai dengan 31 Desember 2018, perusahaan belum mencatat Liabilitas Imbalan Pasca Kerja.

Penyertaan Tunai dari Pemko Siantar ke PD PAUS

Tahun Jumlah

2014 Rp 10 Miliar
2015 Rp 5 Miliar
2016 Rp 2 Miliar
2017 Rp 3,5 Miliar

Total Rp10,5 Miliar

Kerugian PD PAUS

Tahun Jumlah
2014 Rp 2,9 Miliar
2015 Rp 11 Miliar
2016 Rp 4,4 Miliar
2017 Rp 9,9 Miliar
2018 Rp 7,5 Miliar

Total Rp 36 Miliar

Share this: