Pelajar SMA Tewas Dikeroyok Massa

Share this:
Jasad korban usai dimandikan.

RANTAUPRAPAT – FW (16) seorang pelajar SMA Negeri Rantau Selatan meninggal dunia usai diamuk massa, Kamis (16/5) sore. Peristiwa naas itu terjadi karena korban diduga mencuri ayam milik warga.

Informasi dihimpun wartawan, warga Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu itu terlebih dulu ditangkap warga karena diduga mencuri ayam di Jalan Padang Pasir, Kelurahan Urung Kompas, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu, Kamis (16/5) sekitar pukul 02.00 WIB.

Setelah ditangkap, anak pasangan Am dan DDL itu, dianiaya sejumlah warga di tempat kejadian. Diduga, lamanya kedatangan petugas Polres Labuhanbatu membuat massa leluasa bertindak anarkis.

Kemudian, orangtuanya menjemput FW di Mapolres Labuhanbatu sekira pukul 11.00 wib, dan langsung membawa korban ke Rumah sakit umum daerah (RSUD) Rantauprapat, untuk mendapatkan perawatan intensif.

Namun, pihak RSUD Rantauprapat menyarankan agar korban dirujuk ke Rumah sakit di Medan. Namun, sebelum dibawa ke Medan, korban meninggal sekira pukul 17.00 wib di rumah sakit tersebut.

“Kami mendapat kabar dari dr Rusman yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Rantauprapat, bahwa anak kami disarankan agar dirujuk ke Medan. Karena upaya telah dilakukan, dari scaner dan lainnya. Tapi sayangnya, sebelum di bawa ke Medan, dia meninggal dunia,” ujar Rahmat, paman korban saat ditemui wartawan di rumah duka, sekitar pukul 23.00 wib.

Atas kejadian itu, Mustofa (34) salah seorang kerabat korban protes dengan tindakan warga yang memukuli korban sampai meninggal dunia. Dia meminta Polres Labuhanbatu mengusut tuntas para pelaku penyebab kematian saudaranya itu.

“Kami tahu saudara kami bersalah, tapi apakah kalian berhak memukulinya sampai dia meninggal dunia. Apakah harga ayam itu jauh lebih mahal daripada nyawa saudara kami. Kami mohon kepada bapak polisi dari Polres Labuhanbatu untuk mengusut tuntas dan menegakkan keadilan kepada saudara kami yang telah meninggal dunia gara-gara kasus pencurian ayam di Padang Pasir,” kata Mustofa.

Sementara itu, Ketua PD Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Labuhanbatu, Amiruddin Lubis sangat menyayangkan tindakan warga yang anarkis dan main hakim sendiri terhadap anak yang masih di usia pelajar.

“Kami meminta agar pihak Polres Labuhanbatu mengusut kasus ini sampai tuntas dan menangkap pelaku penganiayaan terhadap korban. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu jangan hanya diam. Terkhusus kepada Dinas Pendidikan Labuhanbatu. Saya turut berduka cita atas meninggalnya seorang pelajar tersebut,” ujarnya.

Terpisah, Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SIK saat dihubungi mengatakan, pihaknya telah mengamankan tiga orang pelaku penganiayaan yang terlihat di dalam video tersebut, Jumat (17/5) dini hari.

“Sementara ini kita telah mengamankan tiga orang tersangka. Selanjutnya, kita akan mendalami dan mengambil keterangan, apa yang sebenarnya terjadi, sehingga mereka melakukan penganiayaan terhadap korban,” paparnya via selular. (Bud)

Share this: