Pengakuan Pembunuh Ibu Tiri: Kubunuh Dia Karena Sering Marah

Share this:

Asahan-Jumasri (42) tersangka pembunuh sadis ibu tirinya dengan cara membakar menggunakan bensin beberapa hari yang lalu, kini sudah dibekuk oleh Sat Reskrim Polres Asahan, Jumat (28/6) di Balam, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Ia diduga melakukan pembunuhan terhadap ibu tirinya sendiri bernama Saminem (57) dengan cara membakar hidup-hidup pada hari Selasa (25/6) lalu di Dusun III, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pulau Bandring, Kabupaten Asahan.

Tersangka juga sempat mengelabui Polisi dengan cara mencukur rambutnya hingga botak. Selain dari itu ia pun selalu berpura-pura kepada polisi dengan cara berpura-pura hendak meninggal.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu SIK MH saat diwawancarai di RSU H. Abdul Manan Simatupang Kisaran memgatakan, tersangka mengaku telah membunuh ibu tirinya dikarenakan sakit hati.

“Disaat kejadian, pelaku sempat dikejar oleh warga, namun pelaku melarikan diri. Lalu kami mendapatkan laporan dan melakukan olah TKP dan melakukan pengejaran, syukur dalam waktu tiga hari tersangka berhasil kita bekuk,” jelasnya.

Mantan Kasubit III Jatanras Polda Sumut itu membeberkan, tersangka sempat melakukan perlawanan sehingga pihaknya melakukan tindakan tegas dan terukur dengan cara menembak kedua kaki tersangka.

“Untuk pelaku kita jerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana karena hasil penyelidikan kami pelaku membeli bensin pada malam hari sebelum kejadian,” ungkapnya.

Mantan Kabag Ops Polres Asahan itu juga memberitahukan bahwa pelaku adalah seorang residivis tindak pindana, namun tidak di wilayah hukum Polres Asahan.

“Kita juga akan memeriksa pelaku, apakah pelaku terpengaruh narkoba atau tidak,” tutupnya.

Sementara itu Jumasri kepada Wartawan mengaku sengaja membunuh ibu tirinya dengan cara membakar.

“Iya pak, saya sengaja bunuh dia, karena dia suka memarahi aku, sakit hati aku pak,” katanya sambil meringis kesakitan. (Bay)

Share this: