Pengantar Air Isi Ulang, Polisikan Anak Bosnya

Share this:
Dian Syah Putra menujukkan bukti laporan pasca penganiayaan yang dialaminya beberapa waktu lalu.

KISARAN– Tidak terima dianiaya, Dian Syah Putra (20), pemuda yang kesehariannya bekerja sebagai pengantar air isi ulang galon di Desa Hessa Air Genting, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, melaporkan anak bosnya ke polisi.

Kepada wartawan, Dian menceritkan kejadian yang dialaminya pada bulan ramadan lalu tepatnya pada tanggal 18 Mei 2019 di lokasi usaha tempat ia bekerja. Akibat penganianaan tersebut, korban mengalami luka memar pada bagian kening, batang hidung hingga bibir.

“Kejadian itu sudah saya laporkan dan diterima oleh Polsek Air Batu hari itu juga. Saya berharap pelaku yang mengeroyok dan menganiaya saya hingga babak belur bisa segera ditangkap,” kata Dian sambil menunjukkan surat tanda laporan penerimaan laporan polisi kepada wartawan, Rabu (12/6).

Sebelumnya, diceritakan Dian, kejadian tersebut bermula saat anak bosnya itu yang berinisial R mengucapkan kata bernada memaki dan didengar korban. Melihat hal itu, korban langsung membalas ucapan R dengan makian.

“Sebelumnya saya sudah cukup sabar. Sepanjang hari saya kerja disitu. Urusan keluargaku diceritakannya sama orang lain. Puncaknya disitu. Aku emosi. Lalu memaki si R. Tak lama adiknya bernama A keluar. Dia pikir aku memaki mamaknya. Sudah ku jelaskan aku tidak memaki mamaknya, tapi membalas makian abangnya si R itu. Tapi mereka malah mukulin aku,” ucapnya.

Tidak terima dianiaya, Dian kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Air Batu dengan nomor laporan polisi STPK/29/V/2019/SPK. Kemudian membuat visum dan diterima oleh anggota SPK Aiptu Toni Tampubolon.
“Aku berharap kejadian ini cepat diproses secara hukum dan pelakunya bisa diadili,” kata pemuda yang tinggal di Dusun IV, Desa Hessa Air Genting ini.

Terpisah, tokoh pemuda setempat Zulkarnain Samosir yang juga pengurus LSM ICW mengatakan, sebenarnya kejadian tersebut telah diupayakan mediasi damai oleh kepala dusun setempat. Akan tetapi menemui jalan buntu karena tidak mencapai kesepakatan kedua belah pihak.

Terkait permasalahan tersebut, Zulkarnain Samosir mendukung langkah upaya hukum yang diambil, agar persoalan ini menjadi duduk dan terang benderang hingga didapatkan aturan yang berlaku sesuai dengan proses hukum di Indonesia.

“Kami berharap aparat penegak hukum di Polsek Air Batu bisa menangani persoalan ini dengan cepat dan tuntas. Sebagaimana kita ketahui sudah ada pemanggilan saksi hingga kedua kalinya. Ini hendaknya terus dikawal hingga kasus ini tuntas sampai ke meja peradilan,” sebutnya. (Per)

Share this: