Penumpang Kapal Hilang dari Kapal Belanak

Share this:
Kapal Belanak

SEORANG penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Belanak dikabarkan hilang sejak Kamis (13/6) lalu. Penumpang yang diketahui bernama Kasirudin Lase (19) warga Desa Lasara, Dusun II, Kecamatan Lahewa, Nias Utara, hilang saat perjalanan dari Pulau Nias menuju Pelabuhan Sibolga.

Atas adanya kabar penumpang hilang tersebut, KNP 367 milik Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sibolga telah melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar Pulau Mursala yang diduga sebagai titik jatuh Kasirudin, sejak Minggu (16/6) pagi. Namun, korban belum juga ditemukan.

Dalam pencarian tersebut, pihak keluarga yang diwakili Benazaro Lase (48) dan Notofati Lase (40) ikut dalam operasi pencarian bersama Manager ASDP Sugianto dan Nakhkoda KMP Belanak Said. Namun, upaya pencaharian hingga kini belum membuahkan hasil.

Benazora Lase yang mengaku sebagai abang Kasirudin, mengaku sengaja datang dari Gunung Sitoli setelah mendapat kabar kalau adiknya tersebut hilang dari atas kapal. “Saya ditelepon saudara saya hari Kamis (13/6) pukul 06.30 WIB yang mengabarkan Kasirudin hilang di atas kapal KMP Belanak. Dan sampai semua penumpang turun, adik saya tidak ditemukan,” kata Benazaro Lase di ruang kerja KSOP Sibolga, Minggu (16/6) sekira pukul 19.00 WIB.
Menurut Benazaro, Kasirudin saat itu berangkat dengan 11 saudaranya yang lain dari Gunung Sitoli. Namun, setibanya di Sibolga, 11 saudaranya tersebut sorenya langsung melanjutkan perjalanan ke Medan. Sementara, Kasirudin belum juga ditemukan.

“Setelah memberikan kabar kepada saya pagi, sore harinya seluruh keluarga yang ikut bersama dia (Kasirudin) langsung pulang, kembali ke Medan. Jadi, saya sendirilah yang mengurusnya,” tukasnya.
Sekilas, Benazaro mengaku tidak mengetahui pasti apakah adiknya tersebut benar-benar terjatuh ke laut atau tidak. Karena, pada saat kejadian, dia tidak ikut dalam pelayaran tersebut, hanya mendengar kabar dari 11 saudaranya yang lain. “Saya tidak mengatakan bahwa adik saya itu jatuh ke laut. Karena pengakuan dari keluarga saya juga mengatakan tidak jatuh ke laut. Kalau dikatakan hilang di kapal, hingga saat ini tidak ditemukan. Mereka (saudara-saudaranya) yang mengatakan hilang dan sudah dibuat pernyataan itu,” ungkapnya.

Sementara, Kepala KSOP Sibolga, Augustia Waruwu dalam keterangan persnya mengatakan kalau pihaknya telah menindaklanjuti kejadian tersebut. Terlambatnya upaya pencarian diakuinya karena faktor cuaca buruk yang tidak memungkinkan untuk melakukan pelayaran. “Hari Sabtu, pihak keluarga datang kepada saya dan saya jelaskan bahwa upaya penyisiran tetap dilakukan. Dan baru hari inilah cuaca bagus,” kata Augustia.

Kemudian, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak KSOP terhadap Nahkoda KMP Belanak, tidak ada saksi yang melihat kalau Kasirudin terjatuh dari kapal. “Setelah mendapatkan informasi ini dari pihak ASDP, saya sudah melakukan pemeriksaan kepada pihak Nakhnoda KMP Belanak. Dari informasi yang saya dapatkan, tidak dapat dipastikan bahwa korban ini jatuh ke laut atau hilang. Tetapi saya mengambil kebijakan untuk melakukan penyisiran,” pungkasnya.(ts)

Share this: