Penyebar Hoaks di Batubara Dituntut 18 Bulan Penjara

Share this:
Terdakwa saat menjalani persidangan di PN Kisaran.

Rahmadsyah Sempat Mangkir Karena jadi Saksi BPN Prabowo-Sandi

METROASAHAN.COM, KISARAN- Rahmadsyah, terdakwa kasus transaksi elektronik (ITE) dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan 18 bulan kurungan penjara. Sebelumnya, sosok Rahmad sempat viral karena mangkir dari tahanan kota serta menjadi saksi untuk BPN Prabowo-Sandi dalam sidang sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Rahmadsyah Caleg dari Partai Gerindra DPRD Kabupaten Batubara, untuk Pemilu Legislatif 2019 lalu. Ia didakwa melakukan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik setelah menuliskan status dengan akun facebooknya terkait kecurangan Pilkada di Kabupaten Batubara pada bulan Juni 2018 lalu.

Di hadapan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kisaran, Nelly Andriani, jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Batubara, David Silitonga dalam sidang Selasa (6/8) kemarin menuntut Rahmad dengan kurungan 18 bulan penjara.
Sementara Jaksa menilai terdakwa telah melanggar Pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) undang undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE).

“Menuntut, meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman penjara kepada terdakwa Rahmadysah dengan hukuman selama satu tahun dan enam bulan, dikurangi selama terdakwa menjalani masa tahanan,” kata David di Ruang Kartikan PN Kisaran.

David Silitonga SH menyebutkan hukuman itu diberikan berdasarkan pertimbangan bahwa terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya serta Rahmadsyah selalu bersifat sopan selama menjalani persidangan.

“Mengetahui tuntutan yang diberikan JPU, Rahmadsyah melalui tim penasehat hukumnya lalu menyatakan mengajukan pledoi,” sebut David Silitonga SH.

Selanjutnya tim penasehat hukum Rahmadsyah, Aan Madya Nofriandi mengatakan, rencana pembacaan nota pembelaan itu akan disampaikan dalam persidangan yang akan berlangsung Selasa (13/8/2019) mendatang.

“Ya kami mengajukan pledoi. Karena kami optimis sesuai dengan fakta-fakta persidangan bahwa klien kami tidak serta merta bersalah dalam perkara yang dituduhkan,” ucap tim penasehat hukum Rahmadsyah, Aan Madya Nofriandi.
Untuk diketahui, Rahmad beberapa waktu lalu membagikan sebuah isi berita dari media online. Ia didakwa telah menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong (hoax) dengan sengaja menerbitkan keonaran. Berita itu terkait Pilkada Batubara dan diduga merugikan Zahir yang belakangan terpilih sebagai Bupati Kabupaten Batubara. (per/rah)

Share this: