Sakit Tak Kunjung Sembuh: Pria Ini PilihGantung Diri

Share this:
Korban saat diperiksa tim medis (Bayu Sahputra/Metro Asahan)

DESA BUNUT – Kejadian serupa juga terjadi di Desa Bunut Seberang. Diduga karena sakit tak kunjung sembuh, Faisal Fahri (30) warga Dusun I, Desa Bunut Seberang, Kecamatan Pulau Bandring, Kabupaten Asahan, nekat gantung diri di rumahnya, kamis (30/5) siang.

Korban diduga meninggal karena gantung diri dengan cara mengikatkan lehernya dengan tali nilon warna hitam, lalu diikatkan pada salahsatu broti di kamar rumahnya.

Informasi dihimpun, motifnya diduga karena korban mengalami demam selama empat hari dan tidak turun-turun. Hal itu menyebabkan korban merasa defresi dan stres.

Awalnya, ayah korban, Salman (61) sekira pukul 07.05 WIB, sempat memberikan susu. Namun, melihat anaknya yang sudah empat hari tidak sembuh-sembuh, kedua orangtua korban pergi mencari orang pintar (para normal). Sementara korban tinggal di rumah.

Namun, begitu Ayahnya pulang, dia kemudian memanggil korban. Tetapi tidak menyahut. Salman dan istrinya semakin panik dan mendobrak pintu kamar. Mereka terkejut melihat tubuh korban sudah tergantung.

Selanjutnya oleh warga menurunkan tubuh korban, namun sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Selanjutnya pihak keluarga memberitahukan kepada Kepala Dusun/ Kepala Desa yang selanjutnya memberitahukan kepada pihak Kepolisian Polsek Kota Kisaran.

Tak lama kemudian, sekira pukul 08.15 WIB, personel Polsek Kota Kisaran turun ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan melakukan cek TKP.

Petugas selanjutnya memanggil pihak medis dari Puskesmas Bunut Sebrang untuk dilakukan pemeriksaan.
Setelah dilakukan pemeriksaan, oleh pihak medis menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan luar ditemukan tanda-tanda lidah sedikit menjulur keluar, dari lobang hidung keluar cairan berupa lendir, dari alat kemaluan mengeluarkan berupa cairan dan tidak ada ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

Dengan adanya petunjuk tersebut, pihak keluarga menganggap bahwa kejadian itu merupakan musibah. Sehingga tidak perlu dilakukan otopsi dan telah membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan otopsi yang ditandatangani oleh orangtua korban dan diketahui Kepala Desa setempat. (Bay)

Share this: