Dua OKP di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon ‘Kecam’ Berita Hoax Terkait Kabarnya Ada Lintah di Danau Toba

Bagikan:
Sejumlah pengunjung berfoto dengan latarbelakang Danau Toba.

MetroAsahan.com, PARAPAT – Terkait adannya tudingan wisatawan diserang Lintah. Dua kelompok Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon(Girsip) yakni, OKP PK KNPI dan Korps Ulubalang mengencam pemberitaan salah satu di Media.

Dan Kedua OKP menuding bahwa pemberitaan itu adalah miring atau Hoax. Karena tanpa Analisis dari Badan Lingkungan Hidup(BLH).  Kemudian, BLH Simalungun dan Provinsi diminta bergerak cepat , sehingga terjawab polemik beredar di Publik.

Panglima Korps Ulubalang , Marihot Silitongga didampingi Panglima Kabupaten Simalungun, Rosdiana Harianja mengatakan, bahwa isu  pemberitaan terkait adannya lintah menyerang wisatawan saat mandi di Pantai Parsangarahan, Kelurahan Tigaraja, termasuk berita bohong(Hoax)

” Pemberitaan di Media Nasional soal keberadaan Lintah di Danau Toba Parapat, itu tidak benar.  Dan Garda Wisata Ulubalang menyarankan supaya di Analisis dulu keabsahan lintah melalui penelitian BLH,” kata Marihot disela-sela temu pers diruang rapat Inna Tour Parapat bersama Uspika Girsip, Minggu(19/2).

Dan Korps Ulubalang menilai, pemberitaan salah satu Media diangap  ada politisir dari kalangan organisasi yang tidak bertangung jawab. Kemudian perlu ditangapi oleh pihak Kepolisian.

” Penilaian kami, ada politisir dari oknum  organisasi yang tidak bertangung jawab. Kami memandang persoalan ini perlu ditindak lanjuti. Dan dalam waktu dekat akan mendatangi dinas terkait yaitu BLH Simalungun dan Provinsi.  Kalau memang ada kepentingan salah satu organisasi kepada  PT Aquafarm Nusantara, jangan merugikan ekonomi masyarakat Parapat,” ujar Marihot.

Ketua PK KNPI Kecamatan Girsip, Rungu Doar Samosir menambahkan, sangat miris atau prihatin dengan pemberitaan Hoax di salah satu Media Nasional. Sebab, berita Hoax tanpa alas penelitian dinas terkait.

” Kalau memang benar ada wisatawan di serang lintah, mana hasil Visumnya dari RS. Pengaruh berita Hoax itu  jelas berdampak terhadap ekonomi masyarakat Parapat. Oleh karena itu, kami minta kepada Kapolsek dan Camat supaya menindak lanjuti masalah berita  lintah ini. Karena berita jelas pencemaran nama baik Wisata Parapat ,” ungkap Runggu.

Bagikan: