Menu

Daftar ke KPU, Djarot dan Sihar Disambut Tarian Karo dan Reog

Merdeka
Djarot dan Sihar mendaftar ke KPU Sumut

MetroAsahan.com, MEDAN – Djarot Saiful Hidayat akhirnya mampu bernapas lega. Kekurangan empat kursi di Pilgub Sumut telah diisi oleh PPP. Dengan demikian, Djarot dan pasangannya Sihar Sitorus telah mendapatkan tiket maju Pilgub Sumut.

PPP awalnya menolak. Namun setelah dilakukan pertemuan antara Ketum PPP Romahurmuziy dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, menghasilkan kata sepakat keduanya untuk melakukan koalisi.

Apa deal politik antara PDIP dan PPP di Pilgub Sumut?

Ya, keputusan ini merupakan bagian dari kesepakatan dengan PDI-P di sejumlah daerah lainnya.

“Sumut menjadi dinamika terakhir di PPP karena di satu sisi PPP dengan PDI-P sepakat di Jateng, di mana PPP dapat posisi cawagub. Di Jabar sepakat artinya PDI-P tidak ikut dalam koalisi mengusung Ridwan Kamil. Untuk itu, PPP dapat posisi cawagub. Itu bagian kesepakatan,” kata Arsul, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/1).

Arsul yakin, dinamikan ini juga terjadi di partai politik lainnya sehingga tak perlu dipermasalahkan.

Kesepakatan seperti itu juga dilakukan antara PPP dengan partai lain, salah satunya Demokrat.

Sebab, kata Arsul, PPP paling sering berkoalisi dengan Demokrat di Pilkada 2018. Di Riau, Demokrat menggandeng kader PPP sebagai cawagubnya.

Kemudian, di Sulawesi Tenggara, PPP mengubah dukungan karena kadernya menjadi cawagub bersama Demokrat. Demikian pula di Kalimantan Timur dan Lampung.

“Kan tadi saya sampaikan bahwa pilkada serentak itu tidak bisa diperlakukan sendiri-sendiri. Ini bukan hanya di PPP, kami justru dari 17 Pilgub paling banyak berkoalisi dengan Demokrat,” lanjut dia.

Djarot Menari Karo

Djarot Saiful Hidayat mendatangi KPUD Sumatera Utara di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan untuk mendaftarkan diri sebagai calon gubernur daerah tersebut, Rabu (10/1) siang.

Sebelumnya, ratusan kader dan simpatisan PDIP tiba di Lapangan Merdeka. Sontak pekikan Pilkada Damai, Pilkada Ceria dan kalimat Merdeka bergema di lokasi.

“Merdeka merdeka, Pilkada damai, pilkada ceria. Merdeka. Djarot-Sihar bersih,” teriak ratusan orang dari atas sepedamotor yang mengenakan kemeja merah, khas pakaian PDIP.

Selain itu, ratusan kader serta relawan pemenangan Djarot-Sihar berdiri di pinggir jalan. Mereka parkirkan kendaraan di tepi jalan utama.

Hingga kini rombongan terus berdatangan. Para kader maupun relawan yang ingin mengantarkan Djarot-Sihar ke KPU Sumut sedang menunggu kedatangan petinggi partai ‘wong cilik’ itu.

Tidak hanya itu, puluhan becak bermotor sudah disediakan untuk mengangkut Djarot-Sihar. Bahkan, kader yang datang berasal dari berbagai etnis. Seperti Jawa, Tionghoa, Batak, Mandailing dan Nias berkumpul di Lapangan Merdeka.

Djarot-Sihar dan rombongan pun tiba di lokasi pendaftaran sekira pukul 14.00 WIB. Kehadirannya disambut tarian tradisional etnis Karo sejak mantan Gubernur DKI Jakarta itu menginjakkan kaki di depan gerbang masuk kantor KPU Sumut.

Sambutan ini membuat Djarot spontan menggerakan tubuhnya untuk menarikan tarian tradisional etnis Karo itu. Ada tiga jenis tari yang ditampilkan, yaitu Tari Gundala, Tari Page dan Tari Mejuah-juah.

Adapun tarian ini sengaja ditampilkan sebagai tanda bahwa warga Sumatera Utara menyambut baik pencalonan Djarot sebagai calon kepala daerah mereka berpasangan dengan Sihar Sitorus Pane. (int)

Loading...