Menu

Melawan, Pelaku Cabul Puluhan Murid SD Ditembak

Pelaku cabul yang berhasil diamankan polisi.

PALUTA – Kasus kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur terjadi di salah satu desa yang ada di Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

Informasi yang dihimpun dari beberapa warga menyebut, korban cabul seluruhnya berjumlah 12 orang dan kemungkinan masih bertambah. Seluruh korban masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Jumlah korbannya belum pasti berapa. Saat ini sudah ada 12 orang dan kemungkinan masih bisa bertambah lagi. Seluruh korban masih duduk di bangku sekolah dasar,” kata salah satu warga yang meminta namanya jangan disebutkan.

Anak yang menjadi korban didampingi keluarganya, beramai-ramai mendatangi RSUD Gunung Tua guna diambil visum.

Dan, kejadian ini terungkap setelah salah satu anak yang turut menjadi korban melakukan pengaduan ke Polres Tapsel dengan Nomor STPL: 67/III/2018/SU/Tapsel pada awal bulan Maret 2018. Sesuai hasil pengakuan, korban juga mengaku hal yang sama yakni telah dicabuli.

“Anak saya juga korban, makanya saya buat pengaduan ke Polres Tapsel,” sebut R, orangtua yang mengaku anaknya juga turut menjadi korban pelecehan seksual dan membenarkan telah melaporkan kasus yang menimpa anaknya ke Mapolres Tapsel.

Sementara itu, Camat Padang Bolak Julu Ali Wardana ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kasus dugaan pelecehan seksual terjadi di wilayahnya.

“Memang informasinya seperti itu, korbannya lebih dari satu orang dan pihak keluarga korban pun sudah membawa anaknya ke RSUD Gunung Tua untuk divisum,” katanya.

Ditangkap di Sipirok

SH (40), diduga pelaku pencabulan terhadap puluhan anak di Paluta, dibekuk petugas Satreskrim Polres Tapsel saat bersembunyi di salah satu tempat di Kecamatan Sipirok, Tapsel, Jumat (16/3) kemarin. SH yang berusaha kabur sempat dilumpuhkan petugas dan mengalami luka tembak di bagian kaki.

Kepala Satreskrim Polres Tapsel AKP Isma Wansa memaparkan, SH (40) warga Desa Batugana, Kecamatan Padang Bolak Julu, Paluta ini terpaksa harus diberi tindakan tegas dan terukur.

“Tersangka berhasil kita tangkap Jumat (16/3) kemarin. Sempat melawan petugas dan berusaha melarikan diri, makanya kita berikan tindakan tegas,” ungkap Isma dan pihaknya membenarkan menembak bagian kaki tersangka.

Penangkapan tersangka, terang Isma, berdasarkan LP warga yang melaporkan adanya dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, kata Perwira pertama ini, mulanya salah satu orangtua korban merasa curiga dengan sikap anaknya. Dan setelah ditanyai, korban mengaku telah dicabuli oleh tersangka berulang kali dengan cara disodomi.

“Sampai saat ini korban yang sudah melapor ada 12 orang dan kemungkinan bisa bertambah. Dari keterangan korban, semua dicabuli dengan cara tersangka memasukkan alat kelaminnya ke bagian dubur korban (sodomi),” ujar Isma.

Pihak kepolisian juga sudah melakukan pemeriksaan dan merujuk para korban agar mendapat pendampingan kesehatan dan psikologis.

“Para korban rata-rata anak masih berusia sekolah. Ada yang sampai mengalami trauma, dan masih terus kita kembangkan untuk mengungkap korban dan motif lainnya,” pungkasnya.

Korban jadi 20 Bocah

Jumlah korban sodomi bertambah. Jika awalnya hanya 12 bocah, kali ini jumlahnya jadi 20 orang.

Informasi diperoleh, menurut pihak kepolisian korban sodomi yang dilakukan SH di Kecamatan Padang Bolak Julu ada 20 anak.

Hal tersebut diungkapkan Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), AKP Ismawansa kepada wartawan, Sabtu (17/3).

Dikatakannya, terkuaknya jumlah korban tersebut lantaran pengakuan tersangka kepada penyidik. “Dari pengakuannya, korbannya menjadi 20 orang. Dan yang menjadi korbannya berusia mulai dari 6 tahun hingga 10 tahun,” ungkapnya.

Kendati demikian, SH hanya mengingat 12 nama bocah yang menjadi korbannya. Sedangkan, 8 korban lainnya tidak diingatnya. “Hanya 12 identitas yang diingatnya. Sementara itu, 10 dari 12 korbannya sudah kita periksa,” tamba perwira berpangkat 3 balok emas tersebut.

Lebih lanjut, Isma mengatakan, aksi yang dilakukan SH tersebut terjadi sejak Juni 2018. Saat menjalankan aksinya tersebut SH terlebih dahulu mengajak para korban keliling kampung dengan menggunakan sepedamotor. Setibanya di tempat sepi, SH pun kemudian mencabuli korbannnya. “Lokasinya ada yang di semak-semak, rumah kosong, dan di sawah,” bebernya.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, SH pun kemudian mengancam korbannya untuk tidak menceritakan peristiwa tersebut. Bahkan, bunyi ancamannya tersebut SH tak segan-segan akan membunuh korbannya.

Setelah dicabuli, para korban pun diancam akan dibunuh jika menceritakan kejadian itu kepada siapapun. (ais/yza/int)

Loading...