Jatuh dari Lantai Lima, Balita Selamat

Bagikan:
Cinta mendapat perawatan di ruang IGD RS Dr FL Tobing Sibolga. (Toga Sianturi/New Tapanuli/Metro Asahan)

MetroAsahan.com, SIBOLGA – SEORANG balita terjatuh dari lantai V gedung Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa) Sibolga, Selasa (4/12). Ajaibnya, bocah bernama Cinta Alfira Nasution yang berusia 4 tahun itu selamat.

Korban merupakan putri dari pasangan Afrizal Nasution dan Lina. Menurut sang ayah Afrizal, kejadian bermula saat dia hendak mengantar anak pertamanya sekolah. Sementara Cinta, yang merupakan anak keduanya, masih tertidur pulas di tempat tidur. Tak ingin mengganggu tidur Cinta, setelah memastikan seluruh jendela benar-benar tertutup, Afrizal pun memutuskan mengunci pintu dari luar dan pergi mengantar anaknya sekolah. “Kebetulan, abang mertua saya meninggal, jadi ibunya di sana. Saya pun sebenarnya mau menyusul ke sana, tapi karena anak saya Cinta masih tidur dan kakaknya harus sekolah, makanya aku gak ikut. Jadi kejadiannya, pas aku mau mengantar kakaknya sekolah. Karena gak ada yang menjaga, kukunci pintu dari luar,” kata Afrizal ditemui di ruang IGD Rumah Sakit FL Tobing Sibolga.

Usai mengantar anaknya, Afrizal mendengar ada suara warga rusunawa berteriak minta tolong. “Sudah kuantarnya anakku. Kan dekatnya sekolahnya dari rusunawa. Ada yang teriak, ada anak jatuh,” serunya menirukan teriakan warga tersebut.

Mengingat anaknya ditinggal sendiri di rumah, Afrizal pun buru-buru tancap gas untuk memastikan bocah yang sudah telungkup di pelataran parkir blok A rusunawa tersebut. Alangkah kagetnya dia saat mengetahui kalau bocah tersebut adalah anak keduanya. Buru-buru, dia membawa Cinta yang sudah tidak berdaya ke rumah sakit. “Kulihatlah anakku sudah tidak bergerak, posisinya telungkup di tanah itu,” sebutnya sambil memeragakan posisi anaknya saat ditemukan di pelataran parkir rusunawa.

Penasaran dengan jatuhnya Cinta dari lantai V yang diperkirakan ketinggiannya mencapai 20 meter, Afrizal sempat memeriksa rumahnya untuk memastikan bagaimana anaknya bisa terjatuh. Saat itu dia melihat ada dua bantal yang bertindih persis di bawah jendela. Dugaannya, bantal tersebut dijadikan Cinta sebagai tangga untuk.membuka jendela. “Padahal, posisi antara lantai dan jendela tinggi sekali. Tapi, kok bisa dia terjatuh. Kulihatlah, sudah ada bantal bersusun. Mungkin, itulah caranya memanjat lalu dibuka (Cinta, red)-nya jendela,” pungkasnya.

Sekilas, ayah dua anak yang kesehariannya bekerja sebagai pegawai Satpol PP Pemko Sibolga tersebut mengutarakan kekesalannya pada saat kejadian. Tak seorangpun warga yang mau menyelamatkan anaknya. Padahal saat itu, ada beberapa warga yang menyaksikan kejadian. “Ada empat orang tadi di situ yang melihat kejadian. Tapi dibiarkan saja, gak ditolongnya anakku ini. Padahal, sebelumnya pernah ada anak-anak jatuh juga dari rusunawa ini, akulah yang menolong. Tanganku ini yang menggendongnya,” ucapnya dengan nada sedih mengingat kejadian tersebut.

Setelah mendapat perawatan dari petugas medis rumah sakit, Cinta akhirnya siuman. “Kalau tadi sudah gak bernafas kulihat. Tapi setelah dirawat, sudah sadar sekarang,” pungkasnya.

Amatan wartawan koran ini, kondisi terakhir Cinta, kaki kanan patah dan kepala bocor. Sebagian tubuhnya mengalami luka lecet. Pihak rumah sakit juga telah melakukan rontgen untuk memastikan kondisi kaki Cinta.

Ada Keajaiban Tuhan yang Terjadi

Anggota DPRD Kota Sibolga Nur Arifah yang menjenguk Cinta mengaku kejadian tersebut di luar akal sehat manusia. Dimana balita selamat setelah jatuh dari lantai V rusunawa. “Aku dapat kabar, anak si Rizal jatuh dari lantai V rusunawa katanya. Makanya cepat-cepat aku ke sini. Pertama-tama, karena katanya jatuh dari lantai V, kufikir gak selamat lagi. Saya dan dokter pun tadi bingung. Dari lantai lima loh jatuhnya,” kata Nur Arifah saat ditemui di ruang IGD Rumah Sakit FL Tobing.

Menurutnya, ada keajaiban Tuhan yang berperan menyelamatkan Cinta. “Keajaiban Tuhan ini. Kalau gak karena Tuhan, mustahil bisa selamat,” ungkapnya.

Nur Arifah berharap, kondisi Cinta baik-baik saja setelah.mendapat perawatan.

Kepada warga rusunawa lainnya, dia berpesan agar kedepannya berhati-hati dan lebih waspada terhadap anak-anak. “Awasi terus anak-anak. Jangan biarkan mereka bermain sendiri, apalagi di lantai atas. Sangat berbahaya,” pungkasnya. (ts/nt/ma)

Bagikan: