Jangan Termakan Hoaks

Bagikan:
Walikota Sibolga Drs Syarfi Hutauruk mengecek air laut di salah satu pantai di Sibolga untuk memastikan kebenaran informasi adanya tsunami yang bakal melanda. (Ist/New Tapanuli/Metro Asahan)

MetroAsahan.com, TAPTENG – WARGA Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga diimbau tidak termakan berita bohong atau hoaks yang diduga sengaja dihembuskan oknum tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh suasana.

Demikian diungkapkan Walikota Sibolga Drs Syarfi Hutauruk menyikapi beredarnya informasi tsunami yang bakal melanda Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah pada Kamis (10/1) dinihari. Akibat kabar bohong itu, ribuan warga panik dan pergi meninggalkan rumahnya ke daerah perbukitan dan rumah ibadah yang ada untuk menyelamatkan diri.

“Kita mengimbau seluruh masyarakat lebih selektif dalam menerima laporan. Sebelum bertindak, harus terlebih dahulu mencari informasi yang benar. Kalau ada sesuatu berita, informasi, cek and ricek, tenang, jangan lari-lari saja, jangan panic. Tanya dulu. Kalau bahasa agamanya, tabayun,” ujarnya.

Disebutkan Syarfi, setelah mendapat kabar bahwa akan ada tsunami melanda Sibolga dan sekitarnya, ia langsung melakukan pemeriksaan dan mencari informasi yang benar dari BMKG pusat. Dan dari informasi yang diperoleh, isu tersebut ternyata Hoax atau bohong.

Bahkan untuk meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat, Syarfi sempat berkeliling Sibolga dengan mengendarai sepedamotor dan mendatangi beberapa lokasi tempat kumpul warga. Di sana ia menjelaskan bahwa informasi itu tidak benar. Lantas Syarfi mengajak seluruh warga kembali ke rumah masing-masing. Syarfi juga sempat mendatangi pinggir laut untuk memastikan kondisinya. Ternyata benar, kondisi air laut surut, namun bukan karena akan ada tsunami. Dari pantauannya, surut air laut normal, tidak ada yang aneh dengan kondisi laut saat itu.

“Air laut katanya surut, kami kemudian memerintahkan BPBD untuk mengontak BMKG pusat, ternyata tidak ada tsunami di Sibolga. Berita itu (tsunami) tidak ada dari BMKG. Inikan, kita sudah sempat heboh masyarakat. Lalu kita minta polres melalui pengumuman mobil penerangan untuk mengumumkan. Agar masyarakat yang sempat lari ke gunung, ke atas bukit dengan membawa barang-barang, ada bantal, ada kompor, surat-surat berharga, agar segera turun, pulang ke rumah masing-masing, Insya Allah aman. Tidak ada tanda-tanda tsunami di Kota Sibolga,” kata orang nomor satu di Sibolga ini.

Dia menduga, berita bohong yang beredar itu adalah ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang sengaja menebar isu bohong untuk tujuan-tujuan tertentu. “Ini adalah berita bohong, yang sengaja dimunculkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Mungkin ada tujuan-tujuan untuk mengambil keuntungan dan lain sebagainya,” ketusnya.

Sementara dalam rilis persnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa dari analisis rekaman data sinyal seismik di sensor terdekat tidak menemukan ada aktivitas kegempaan di Tapanuli dan sekitarnya.

Pun juga, dari pantauan pengamatan stasiun pasang surut (tide gauge) di wilayah Sumatera Utara (Sibolga, Gunung Sitoli, Lahewa, Teluk Dalam, Pulau Tello, dan Tanabala), tidak ditemukan perubahan gelombang air laut yang signifikan, hanya berupa gejala normal pasang surut harian.

Dengan kondisi ini, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, meminta agar masyarakat tidak mempercayai isu tsunami yang berkembang. Ia juga memastikan warga dapat melakukan aktivitasnya seperti sedia kala.

Namun walaupun begitu, Rahmat tetap meminta warga selalu waspada dengan selalu memantau informasi resmi yang bersumber dari BMKG di kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (iOS dan Android @infobmkg).

“Kita minta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ajak Rahmat. (tz/ztm/nt/ma)

Bagikan: