Penyadap Nira Kelapa Tewas Disambar Petir

Bagikan:
Korban setelah tersambar petir di Desa Tarutung Baru, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Psp. (Ist/Metro Tabagsel/Metro Asahan)

MetroAsahan.com, SIDIMPUAN – Seorang remaja warga Labuhan Labo, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Jumat (11/1) lalu, tewas setelah tersambar petir saat dia tengah memanen nira kelapa (tuak) di Desa Labuan Rasoki, kecamatan yang sama.

Dari informasi yang dihimpun Metro Tabagsel, hari itu, sekira pukul 17.00 WIB, Ariston Jarot Lumbantobing (15) masih dilihat oleh warga sedang memanjat pohon kelapa untuk mengambil nira di persawahan milik warga Desa Tarutung Baru.

Saat berada di atas pohon kelapa, petir lalu menyambar bagian atas pohon dan seketika korban terjatuh ke permukaan tanah. Warga sekitar yang berada di lokasi pun kemudian berupaya menolong korban dengan membaluri tubuhnya menggunakan lumpur. Namun nyawa korban sudah tak tertolong lagi, diduga setelah terjatuh dan terbentur ke tanah.

Dari hasil pemeriksaan oleh Polsek Batunadua, bagian tubuh korban yang mengalami luka di antaranya pada tangan mengalami luka bakar. Namun yang parah pada kepala, dengan luka robek. Pasca kejadian, almarhum langsung disemayamkan di rumah duka di Desa Labuhan Labo.

Warga Diminta Waspada

Tentang petir, di Tapanuli Selatan dan Kota Padangsidimpuan, sejumlah peristiwa terjadi, dimana petir menyambar manusia. Kepala Bidang Data dan Informasi BKMG Wilayah I Medan, Syahnan menerangkan di musim hujan saat ini potensi terjadi petir cukup tinggi.

Secara umum di Sumut rawan terhadap petir, termasuk di Tapsel. Untuk itu, diimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada.

“Selain itu, ketika terjadi angin kencang dan petir, masyarakat diimbau agar mencabut peralatan elektronik dari sumber daya listrik, menghindari berteduh di bawah pohon besar, memberikan jarak yang memadai antara rumah dengan pohon besar atau tiang listrik,” ungkapnya.

Selanjutnya, ia menyarankan agar masyarakat berdiam diri di tengah rumah atau tidak bersandar di dinding rumah atau bangunan lain apabila terjadi badai guntur. Namun jika tengah berkendara mobil, cara lebih aman adalah diam di dalamnya daripada diam berada di luar mobil.

Syahnan kemudian melampirkan prakiraan cuaca di Tapanulil bagian Selatan yang berlaku pada Selasa (15/1) sampai Rabu (16/1). Dari lampiran yang dikirimnya, Tapanuli Bagian Selatan secara umum bercuaca cerah berangin dan mendapat potensi hujan ringan pada malam hari. Dan cuaca akan kembali berawan pada diniharinya. (san/mt/ma)

Bagikan: