Miris, Anak SMA Pakai Narkoba

Bagikan:
Anak SMA Pakai Narkoba

MetroAsahan.Com, PEREDARAN narkoba di Kota Pematangsiantar sangat memprihatinkan. Hampir setiap hari, ada saja pengguna narkoba yang diciduk polisi. Kali ini, polisi menangkap seorang pria yang masih duduk kelas 2 SMA Swasta di Kota Pematangsiantar.

Penangkapan itu berawal adanya informasi dari masyarakat yang menyebutkan di Jalan Rajamin Purba, Simpang Jalan Madura akan ada transaksi narkoba, Rabu (6/2) sekira pukul 23.00 WIB. Atas informasi tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan ke lokasi.

Saat di lokasi, polisi melihat seorang pria yang mencurigakan dan langsung dilakukan penangkapan. Saat ditangkap, pria yang belakangan diketahui bermama RAS (16) didapati memegang satu buah plastik klip kecil yang diduga berisi sabu-sabu.

Saat diinterogasi , RAS mengaku mendapat narkoba itu dari temannya berinsial HJ (27) warga Jalan Melati, Kelurhan Bukit Sofa, Kecamatan Sitalasari. RAS yang saat itu tidak bisa berkutik langsung dibawa ke Mapolres Pematansiantar beserta barang bukti untuk dikembangkan.
Esoknya, Kamis (7/2) sekira pukul 10.00 WIB, polisi melakukan pengejaran kepada HJ dan berhasil ditangkap di salah satu Warnet di Jalan Silimakuta, Kelurahan Simarito, Siantar Barat.
Barang bukti yang ditemukan dari HJ yakni HP Merek Blackberry yang dipakai untuk berkomunisi dengan RAS.

Kapolres Siantar AKBP Hibertus Ompusunggu SIK melalui Humas Iptu Resbon Gultom membenarkan peristiwa tersebut. Iptu Resbon mengatakan, setelah Sat Narkoba melakukan penangkapan terhadap RAS, orangtuanya langsung datang dan bermohon agar tidak dilakukan penahanan lantaran statusnya masih pelajar.

“Wajar kalau mereka bermohon, tapi yang menentukan dalam penahanan kan penyidik. Saat ini kedua tersangka masih diperiksa. Jadi kita tunggulah dulu,” katanya.
Iptu Resbon meminta kepada masyarakat khususnya para pelajar agar menjauhi yang namanya narkoba. Para orangtua juga diharapkan agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya untuk terhindar dari pergaulan bebas yang bisa terjerumus pada penyalahgunaan narkoba.

“Bagi masyarakat yang mengetahui ada pengguna, pengedar nakoba agar segera memberitahu ke polisi supaya segera ditindaklanjuti,” pesa Iptu Resbon. (mag-01/pra)

Bagikan: