Kapal Meledak, Nahkoda Tewas

Bagikan:
Tim SAR gabungan saat menemukan jenazah Kardiman Nazara di pantai Pulau Bintanak. (Toga Sianturi/New Tapanuli/Metro Asahan)

MetroAsahan.com, SIBOLGA – KAPAL pencari teripang atau yang biasa disebut swallow, terbakar di tengah laut tepatnya di sekitar perairan Pulau Bintanak atau 30 mil dari Sibolga. Akibat peristiwa ini, Nahkoda tewas. Sementara satu orang kru kapal KM Mujur Indah GT 2 SUT 5 No 131 masih dinyatakan hilang.

Sebelumnya, Nahkoda juga sempat dinyatakan hilang. Oleh Tim SAR Gabungan (Pol Air, TNI AL dan Basarnas) melakukan penyisiran dan membuahkan hasil. Tim menemukan Nahkoda di bibir pantai Pulau Bintanak, Kamis (14/2) sekira pukul 13.45 WIB. Saat ditemukan, korban sudah tak bernyawa dan jenazahnya mulai membusuk.

Menurut Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhasyah Sormin, jenazah tiba di Sibolga sekira pukul 23.30 WIB dan langsung dibawa ke ruang jenazah Rumah Sakit FL Tobing Sibolga.

“Tim SAR gabungan menemukan 1 mayat laki-laki yang terdampar di Pulau Bintanak diduga merupakan salah seorang korban kecelakaan KM Mujur Indah yang terjadi pada hari Selasa tanggal 12 Februari 2019. Kemudian pada pukul 23.30 WIB Tim tiba di Pangkalan TNI AL Sibolga dan kemudian mayat di bawa ke RSUD Dr FL Tobing Sibolga,” kata Sormin, Jumat (15/2).

Dari data yang diterima, jenazah bernama Kardiman Nazara (29) warga Jalan Baru Mandi, Kelurahan Lubuk Tukko Tapteng. “Kondisinya, bagian tubuh dalam keadaan utuh, mulai membusuk. Di sekujur kepala sampai dengan tubuh bagian atas mengalami penglupasan kulit diduga akibat luka bakar,” terangnya.

Pihak Kepolisian dalam hal ini telah mengambil sidik jari jenazah. Selanjutnya, akan dilakukan koordinasi dengan pihak keluarga. “Kita ambil sidik jari, foto dokumentasi dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Kita juga akan berkoordinasi dengan keluarganya,” pungkasnya.

Terpisah, Humas Rumah Sakit Tigor Tambunan membenarkan pihaknya telah menerima 1 jenazah dari Tim SAR gabungan. Namun, Jumat (15/2) sekira pukul 10.30 WIB, pihak keluarga korban telah menjemput jenazah. Menurut keterangan istri korban, jenazah tersebut benar suaminya yang merupakan kru KM Mujur Indah.

“Rencananya jenazah langsung dikebumikan di perkuburan muslim di Pandan,” kata Tigor.

Sebelumnya, sebuah kapal pencari teripang atau yang biasa disebut swallow, terbakar di tengah laut, tepatnya di sekitar perairan pulau Bintanak atau 30 mil dari Sibolga. Akibat kejadian, dua dari empat kru kapal bernama KM Mujur Indah GT 2 SUT 5 No 131 tersebut dinyatakan hilang.

Keduanya adalah, K Nazara yang merupakan nakhoda kapal dan Nazar Naupal, Anak Buah Kapal (ABK). Sementara, dua kru lainnya, Saifansyah Siregar dan Azyun Amri ditemukan selamat dengan luka bakar serius. Saifansyah Siregar mengalami luka bakar sekitar 50 persen pada badan bagian depan. Kemudian, Azyun Amri mengalami luka bakar 10 persen pada bagian tangan.

Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Fajar Priyanto dalam konfrensi persnya bersama Basarnas Sibolga, Polairud di Mako Lanal Sibolga, Kamis (14/2) mengatakan, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh kapal nelayan lain yang langsung melakukan pertolongan.

“Kejadian itu pada tanggal 12 Februari 2019 pukul 15.00 WIB. Dan kapal mendapatkan pertolongan pertama dari rekan-rekan sesama nelayan dan di evakuasi ke darat Sibolga pada pukul 23.00,” kata Danlanal.

Setelah mendapat informasi, pemilik kapal kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas yang dilanjutkan berkoordinasi dengan Lanal Sibolga. “Kita semua berkolaborasi bersama untuk menyiapkan kegiatan penyelamatan kapal KM Mujur Indah,” ungkapnya.

Informasi dihimpun, penyebab kebakaran yakni tabung gas Elpiji yang meledak. “Mengalami musibah kebakaran yang disebabkan tabung kompor 12 kilogram meledak,” sebutnya. (ts/nt/ma)

Bagikan: