Duel Maut Satu Tewas

Bagikan:
Lambok Marpaung diamankan polisi. (Metro Siantar/Metro Asahan)

MetroAsahan.com, SIMALUNGUN – TRAGIS! Suasana hening di Huta 3 Demak Rambe, Nagori Bosar Galugur, Kecamatan Tanah Jawa, Simalungun, Minggu dini hari dikejutkan perkelahian dua pria yang mengakibatkan salah seorang di antaranya meninggal dunia.

Adalah Jansen Nainggolan (60) dan Lambok Marpaung (24), keduanya warga Huta Demak Rambe, Nagori Bosar Galugur, yang bertikai pada Minggu (3/3) di sebuah warung kopi. Pada perkelahian itu, Jansen diduga mendapat pukulan dan tendangan berulangkali dari Lambok. Akibatnya Jansen tersungkur dan ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Sontak peristiwa yang terjadi sekira pukul 00.30 WIB itu membuat geger warga dan pemilik warung Imam Panjaitan. Melihat tubuh Jansen sudah tidak bergerak, warga langsung menghubungi personel Polsek Tanah Jawa.

Kanit Reskrim Iptu J Sitinjak SH bersama beberapa personelnya yang mendapat informasi langsung terjun ke lokasi. Di sana polisi memerika jasad korban yang sudah tak bernyawa. Selanjutnya polisi membawa jenazah ke Instalasi dan Kedokteran Forensik RSUD dr Djaseman Saragih untuk kepentingan otopsi.

Sejurus dengan itu, polisi juga langsung menyelidiki pelaku yang sudah tidak berada di lokasi. Berdasarkan informasi dari masyarakat, polisi langsung memburu Lambok Marpaung. Upaya itu membuahkan hasil. Lambok berhasil diamankan dari loket Bus PMH di kawasan Parluasan, Siantar Utara, Kota Pematangsiantar. Ternyata Lambok sudah berusaha melarikan diri.

Kapolsek Tanah Jawa Kompol H Panggabean membenarkan peristiwa perkelahian yang menyebabkan kematian salah seorang korban tersebut.

“Petugas kita masih terus melakukan penyelidikan terkait kejadian. Sementara Lambok Marpaung sudah kita amankan,” terangnya.

Sementara itu Kepala Instalasi dan Kedokteran Forensik dr Reinhard Hutahaean menerangkan, ada beberapa trauma (luka, red) yang ditemukan pada jasad Jansen Nainggolan.

Di antaranya, luka memar dan lecet pada tubuh korban. Tak hanya itu, sesuai hasil otopsi yang dilakukan, ditemukan juga patah tulang iga kanan dan kiri pada tubuh korban.

“Ada juga kerusakan organ paru dan jantung akibat patahnya tulang iga tersebut. Sedangkan patahnya tulang iga tersebut disebabkan karena adanya kekerasan tumpul.” Ungkapnya. (bis/pra/esa)

Bagikan: