Sosialisasi CBIB Dinisiasi JAPFA

Bagikan:
Gerakan Aksi Untuk Lingkungan (GAUL) di Haranggaol Kabupaten Simalungun.

NewTapanuli.com, SIMALUNGUN – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) melalui anak usahanya PT Suri Tani Pemuka (STP), berbagi cara budidaya ikan yang baik (CBIB) untuk masyarakan Haranggaol, Kabupaten Simalungun.

Sebagai pembukaan rangkaian acara Gerakan Aksi Untuk Lingkungan (GAUL) Danau Toba, sosialisasi CBIB dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat pembudidaya ikan. Agar dapat berbudidaya dengan baik dan ramah lingkungan sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Dalam rangka menghadapi era globalisasi, maka mutu produk perikanan harus meningkat, salah satunya dengan memperhatikan cara budidayanya,” ujar Mislani Saragih, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun.

Pemerintah bekerjasama dengan STP melakukan kegiatan ini secata bersama-sama, tutup Misliani. “Produk perikanan harus memiliki daya saing yang mumpuni, mulai dari efisiensi produksi serta bebeas dari cemaran,” tambahnya.

Sosialisasi CBIB dilaksanakan di Haranggaol yang merupakan pusat usaha budidaya perikanan keramba jaring apung (KJA) masyarakat di Simalungun. Kegiatan ini mengikutsertakan 100 orang pembudidaya ikan. Para peseta mendapatkan pengetahuan dan bimbingan langsung dari pihak pemerintah mengenai bagaimana cara memelihara, membesarkan ikan serta mamanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol dengan memperhatikan sanitasi dan pakan. Selain Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun, Dinas Perikanan Kabupaten Simalungun, Dinas Perikanan Provinsi Sumatera Utara, dan JAPFA pun ikut menjadi narasumber kegiatan yang diwakilkan oleh Head of Grow Tilapia STP.

“Memiliki wilayah operasi di kabupaten yang sama, kami ingin berbagi informasi cara budidaya yang baik dan ramah lingkungan, ini wujud dari transfer knowledge perusahaan kepada masyarakat,” ujar Rachmat Indrajaya, Corporate Affairs Director JAPFA.

Rachmat menjelaskan, pengetahuan masyarakat mengenai proses budidaya yang ramah lingkungan perlu ditingkatkan sesuai standar yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Harapannya, sosialisasi CBIB dapat memacu pembudidaya untuk lebih memperhatikan sanitasi dan kesehatan lingkungan perairan, jika kualitas air terjaga, pasti akan berdampak pada hasil produk yang baik,” lanjut Rachmat.

Tidak berhenti pada sosialisasi CBIB, dalam dua hari ke depan, lanjut Rahmat, JAPFA juga akan turut serta dalam kegiatan GAUL Danau Toba. Setelah berbekal ilmu budidaya ikan, masyarakat juga akan dilibatkan langsung untuk membersihkan lingkungan Danau Toba sebagai upaya pelestarian lingkungan. Kegiatan dilakukan bersama dengan SAKA KALPATARU, yang merupakan salah satu Satuan Karya Pramuka di Gerakan Pramuka yang khusus bergerak dalam bidang cinta lingkungan hidup.

Kegiatan lain yang dilakukan JAPFA dalam mendukung kelestarian lingkungan adalah dengan upaya penghijauan di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba dengan luas 20 Ha dan 11.000 pohon. Kegiatan ini sudah dilaksanakan pada tahun 2017 dan saat ini dalam masa pemeliharaan dan penyulaman tanaman. Selama 2 tahun terakhir semenjak 2017, kami juga mengadakan kegiatan dengan menyasar anak Sekolah Dasar, yakni dengan diadakannya JAPFA for Kids Go Green. Pada tahun ini JAPFA menginisiasi program terbaru sebagai lanjutan kegiatan JAPFA for Kids yaitu program Sekolah Sehat. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan sejalan dengan visi perusahaan untuk terus “Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama.” (rel/esa/ms/nt)

Bagikan: