Dituduh Punya Begu Ganjang, Rumah Dirusak, Kreta Dibakar

Bagikan:
Rumah yang dirusak warga di Nagori Siatasan, Kabupaten Simalungun.

MetroAsahan.com, SIMALUNGUN – Wasda Nainggolan, pria yang berkunjung ke rumah Namborunya di Dusun Siatasan Nagori Siatasan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, diseret, dipukul dan diikat warga. Korban dituduh memiliki begu ganjang bersama Namboru yang dikunjunginya, Rabu (11/7) dini hari.

Bukan hanya menganiaya Wasda warga Tanjung Priuk Jakarta Utara ini, massa juga membakar satu unit sepedamotor dan merusak rumah milik Mak Meri Br Nainggolan, Namboru Wasda.

Informasi dihimpun, setelah tiba Dusun Siatasan, malam sebelum kejadian, Selasa (10/7) sekira pukul 23.00 WIB, Oknum Kepala Dusun berinisial JS mendatangi rumah Mak Meri. JS menanyakan siapa Wasda Nainggolan. Saat itu Wasda mengatakan bahwa yang punya rumah merupakan keluarganya yakni Namborunya.

Namun menurut cerita Wasda, JS mengatakan pemilik rumah itu menurut laporan masyarakat kepadanya, memelihara begu ganjang. Setelah bertanya, JS meninggalkan rumah korban.

Namun selang beberapa menit, massa mendatangi rumah Mak Meri mengajak pemilik rumah dan Wasda Nainggolan ke rumah marga Sitio, membicarakan isu terkait begu ganjang.

Setelah diinterogasi warga, Wasda Nainggolan kemudian kembali pulang ke rumah Namborunya. Naas sesampai di rumah namborunya, warga kembali datang ke rumah dan menyeret Wasda dari dalam rumah dan memukuli serta mengikatnya dengan tali.

Polisi segera datang membawa korban ke Puskesmas Dolok Panribuan guna mendapatkan pengobatan.

Bagikan: