Viral! Siliyana Manurung Dianiaya, Ibunya Diarak dan Diikat di Pohon

Bagikan:
Siliyana bersama rekannya terus berjuang untuk mengungkap kasus penganiayaan dan persekusi yang dialami ibunya.

MetroAsahan.com, MEDAN – Siliyana Angelita Br Manurung yang tinggal di Jalan Jermal XV Ujung Keramat Indah, Kecamatan Medan Denai menjadi korban penganiayaan yang dilakukan seorang pria yang disebut-sebut ketua salah satu organisasi masyarakat (ormas).

Aksi penganiayaan yang sempat viral di media sosial (facebook) itu bukan saja dialami gadis remaja ini. Namun ibu Siliyana ikut diikat di bawah pohon yang dilakukan warga tidak jauh dari rumahnya. Bahkan warung tuak milik ibu korban turun dihancurkan hingga rata dengan tanah.

Informasi dihimpun Jumat (14/9), pada rekaman video yang diunggah Siliyana diakun facebooknya pada Rabu (12/9) masih terlihat luka lebam di wajahnya. Sembari menangis, korban (Siliyana) meminta pertolongan kepada warga, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan jurnalis agar menolongnya bersama ibunya karena menjadi korban persekusi.

Dalam postingannya, Siliyana menuliskan kisah yang dialaminya sepertu berikut ini: “Hari ini saya sebagai warga Indonesia menanyakan dimana keadilan itu.. saya hanya anak dari keluarga tidak mampu yang dianiaya.. kemana masyarakat indonesia yang cinta kedamaian.. lihat si pemilik mobil putih yg menganggarkan harta dan premanismenya menganiaya seorang anak gadis yg hanya ingin membela seorg ibu nya ..bagaimana mereka yg memakan uang rakyat ??

Lalu, apa bedanya kami yg justru melakukan sebuah kekeliruan kecil yg di besar2kan kami,dan menambah fitnah. saya harap buat saudara2 smua yang melihat postingan saya, meluangkan waktu untuk menshare kisah seorang anak yang ingin menyelamatkan ibu nya,”

Seperti dituturkan Siliyana dalam videonya, peristiwa itu berawal ketika ibunya didatangi dua orang anak yang salah satunya bernama Basir. Kedua anak itu berniat menjualkan sepatu, yang pada akhirnya diketahui merupakan barang curian.

“Awalnya ibu saya menolak. Tapi anak itu memaksa dengan alasan mau membeli nasi karena belum makan,” tutur Siliyana.

Akhirnya, menurut Siliyana, ibunya pun membeli sepatu itu karena kasihan. Namun keesokan harinya, saat Siliyana masih tidur, tiba-tiba dia dibanguni para tetangganya, yang mengatakan bahwa ibunya sudah diarak oleh warga karena dituduh menjadi penadah barang curian.

Bagikan: