Kesadaran Warga Taati Rambu Lalu-lintas Minim

Bagikan:
Ignatius siagian/METRO TANJUNGBALAI

METROSIANTAR.COM, TANJUNGBALAI – Rambu jalan yang dipasang di sejumlah ruas jalan tampaknya hanya menjadi ‘hiasan’. Pasalnya, minimnya pengawasan oleh pihak terkait, membuat warga enggan menaati rambu-rambu yang ada.

Seperti halnya di Jalan Sisingamangaraja, mulai dari persimpangan Jalan Masjid menuju Jalan Gereja. Di tempat ini, terpasang rambu, larangan melintas dua arah bagi kenderaaan mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB petang. Namun tanda larangan tersebut tidak digubris sama sekali oleh pengguna jalan.

“Kalau ada petugas yang menjaga, barulah kita tidak berani melanggar rambu-rambu larangan masuk itu. Tapi, karena jarang dijaga, ya dilewati saja,” kata Hubban (45), seorang penarik betor, Rabu (9/3).

Menurut Hubban, ada kesan warga lebih senang mengabaikan tanda larangan tersebut karena ingin lebih cepat saat berkenderaan di inti kota. Hubban mengatakan, secara pribadi sering melanggar rambu, agar bisa mendapat banyak penimpang. “Kalau mematuhi tanda larangan, kita harus memutar jauh,” kata dia.

Dari hasil amatan  di lapangan, maraknya aksi pelanggaran terhadap rambu-rambu lalu lintas itu tidak hanya terjadi di kawasan Jalan Sisingamangaraja saja, juga di sejumlah kawasan lainnya yang diberi tanda larangan. Masyarakat hanya akan mematuhi tanda larangan itu apa bila ada petugas yang tetap menjaga di kawasan yang diberi tanda larangan.

“Akibat masyarakat yang enggan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, ditambah lagi kurang aktifnya pihak terkait melakukan pengawasan, menyebabkan sejumlah jalan-jalan protokol di inti Kota Tanjungbalai selalu mengalami kemacetan. Ini hendaknya jadi perhatian bersama,” kata Taufik, seorang warga. (CK-5/syaf)

Bagikan: