Menu

Setelah Disperindag, Pedagang Datangi DPRD

Ishak Lubis
Puluhan pedagang Pasar Bahagia saat beraudiensi ke DPRD Tanjungbalai bersama APPSI.

MetroAsahan.com, TANJUNGBALAI – Setelah mendatangi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), puluhan pedagang Pasar Bahagia juga mendatangi kantor DPRD Tanjungbalai. Kedatangan mereka menuntut hal serupa. Menolak dipindahkan dari Pasar Bahagia.

Pedagang didampingi Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Tengku Adlin dan Seketaris Irwansyah Palembang. Sesampainya di DPRD, mereka disambut Anggota DPRD Tanjungbalai H Syafril Margolang dan Syahrial Bakti dari Komisi B.

Hanya saja, anggota Dewan tidak bisa memberi keputusan saat itu. Mereka menyarankan agar pedagang kembali datang besok, Kamis (11/1).

“Untuk saat ini kami belum bisa memberikan keputusan. Silahkan hari Kamis datang lagi ke sini. Tetapi, bila ada hal-hal mendadak nanti, kami akan menghubungi Ketua APPSI,” kata H Syafril Margolang diamini Syahrial Bakti.

Sementara itu, Tengku Adlin menjelaskan hasil pertemuan mereka dengan Kadis Perindag Tanjungbalai Arman Fadilah.

“Hasil pertemuan di Disperindag belum jelas. Makanya masalah ini kami bawa ke DPRD Tanjungbalai. Tetapi, karena DPRD sibuk, pertemuan ditunda dan dilanjutkan kembali hari Kamis,” kata Tengku Adlin.

Hal itu dibenarkan para pedangang yang ikut ke DPRD. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan status lapak mereka yang rencananya akan dipindahkan.

“Kami datang ke sini (DPRD, red) dengan santun sesuai arahan Ketua APPSI. Yang dibicarakan juga hanya yang penting-penting saja. Intinya kami tidak ingin tempat atau lapak kami dialihkan. Kami tetap ingin berjualan di tempat semula sebelum pajak dibangun,” kata seorang wanita berjilbab kepada wartawan, Selasa (9/1).

Menurutnya, kedatangan mereka untuk mempertanyakan rencana Disperindag mengalihkan tempat berjualan bukan yang pertama.

“Kami tidak setuju dipindah. Kami sudah berulang kali datang dan mengadukan hal ini ke Disperindag Tanjungbalai,” ujarnya.

Sementara Kadis Perindag Tanjungbalai Arman Fadilah sebelumnya kepada pedagang berjanji akan memperjuangkan dan tidak mengecewakan pedagang.

Mendengar pengakuan itu, pedagang merasa gembira. “Saya tetap memperjuangkan keinginan pedagang dan tidak ingin mengecewakan kalian. Saya orang Tanjungbalai. Tentu akan saya perjuangkan semaksimal mungkin agar pedagang tetap berjualan sesuai dengan yang diinginkan pedagang,” ujarnya saat itu.

Sementara pedagang yang berjualan di Pasar Bahagia tersebut terdiri dari pedagang sembako, pedagang ikan, pedagang ayam dan pedagang lainnya.

sebelumnya, Ketua DPD APSI Tanjungbalai Tengku Adlin didampingi Kordinator Wilayah (Korwil) Rachmad Nasution, Selasa (12/12) mengatakan, sejak puluhan tahun pedagang Pasar Bahagia ditempati para pedagang. Kini pemerintah telah membangun dengan bagungan baru. Semula pedagang merasa lega atas pembangunan Pasar Bahagia. Tetapi sebaliknya, setelah pasar dibangun untuk tempat pedagang mencari nafkah mulai terganggu dengan adanya kebijakan yang dianggap tidak pro pada para pedagang.

Rachmad Nasution Korwil Pedagagang Provinsi Sumatera Utara bersama anggota yang datang bersama ratusan pedagang menjelaskan, menurut informasi jumlah los ada 305 unit ditambah 7 unit maka jumlah los 312 unit. Setelah pembangunan selesai jumlah los bertambah menjadi 314 unit meja yang disiapkan untuk pedagang.

Menurutnya sebaiknya tidak dilakukan perubahan agar pedagang tetap berjualan ditempatnya semula.

“Ada tiga hal yang kami minta, pertama kami tetap berjualan ditempat semula dan kedua jangan tempat usaha kami dialihkan dan ketiga kami itu bayar dan ada kontribusi sama Pemerintah. Kami datang ke Kantor Disperindag berniat baik dengan silaturahmi. Ini hubungan pedagang dengan Disperidag.

Pantauan wartawan, kedatangan para pedagang disambut Kabid Pasar Mahyaruddin, Kasi Pasar Surianto didampingi Sekretaris Disperindag Zulham.

Sekretaris Disperindag Tanjungbalai menerangkan semua laporan dan permintaan pendelegasi dari DPD APSI bersama pedagang tetap diterima dengan baik.

“Yang penting semuanya terkendali hingga tetap kondusif. Harapan ini akan dibicarakan juga kepada Walikota Tanjungbalai jika titik temu didapat rasanya nggak usah sampai ke walikota,” ucap Zulham. (ilu)

Teks foto
n Puluhan pedagang Pasar Bahagia saat beraudiensi ke DPRD Tanjungbalai bersama APPSI. (ISHAK LUBIS/METRO ASAHAN)

Loading...