Menu

Dinkes Tanjungbalai Anggarkan Rp150 Miliar Bangun Puskemas

ISHAK LUBIS/METRO ASAHAN
Pembangunan Puskesmas Kampung Persatuan SS Dengki sedang dimulai pekerjaannya.

MetroAsahan.com, TANJUNGBALAI – Kepala Dinas Kesehatan Tanjungbalai Dr Burhanuddin Harahap menganggarkan dana beberapa pembangunan puskesmas dan alat diagnosa rumah sakit umum Dr Tengku Mansyur sebesar Rp150 miliar.

Diantaranya, pembangunan Puskesmas Kampung Persatuan Es Dengki, Kecamatan Tanjungbalai Utara, Kota Tanjungbalai. Nilai kontrak Rp1.484.083.000 sumber dana Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 dengan pelaksana CV Syifa Anugerah. Proyek ini akan selesai pada Desember 2018.

Pembangunannya menggunakan material batu, semen, besi dan pasir. Pada puskesmas nantinya akan dibangun ruangan dokter dan perawat, juga kamar ruangan pengobatan. “Dan masih terdapat pasilitas lainnya, seperti kamar mandi (WC), ruangan loket, serta ruangan tunggu, sehingga setiap pasien yang datang berobat terasa nyaman,” terang Dr Burhanuddin.

Selanjutnya, kata Dr Burhanuddin, selain Puskesmas Kampung Persatuan dibangun secara total, masih terdapat pembangunan puskesmas lainnya, serta Pusat Kesehatan Kelurahan (Puskeskel) di Kota Tanjungbalai.

“Sehingga anggaran dana pembangunan mencapai Rp150 miliar beserta alat diagnosa dan perangkat kebutuhan Rumah Sakit Dr Tengku Mansyur Tanjungbalai. Sebelumnya RSUD Tanjungbalai buat anggaran tersendiri, sekarang satu pintu melalui kantor Dinas Kesehatan Tanjungbalai dengan tujuan mudah dikontrol, sehingga tidak membingungkan,” tandas Dr Burhanuddin berasal dari Labuhanbatu ini.

Misnah (45), seorang ibu rumah tanggga, warga SS Dengki mengatakan, sudah puluhan tahun puskesmas itu berdiri dan silih berganti walikotanya. Ketikan Pak H.Syahrial menjabat Walikota Tanjungbalai, perubahannya cukup siknipikan. Banyak pembangunan di Tanjungbalai, terutama puskesmas dan puskeskel. Keduanya merupakan kebutuhan sangat penting bagi kehidupan.

Ketika sakit, masyarakat datang berobat ke puskesmas. Masyarakat juga berharap pelayanan di puskesmas itu perlu ditingkatkan lebih baik dari sebelumnya, apalagi puskesmas yang baru dibangun.

Disinggung tentang penyakit demam berdarah, Misnah mengaku setiap 3 bulan dilakukan pengasapan (fogging) dari Dinas Kesehatan. Namun perlu diingatkan, fogging itu harus dilakukan secara merata dari lorong ke lorong atau ke gang lainnya. Terkadang fogging dilakukan sekitar bagian parit di tepi jalan, tidak nyampai ke kolong rumah warga. Sebab masyarakat SS Dengki masih banyak menggunakan rumah bertiang, di bawahnya air sungai. Tentulah ada pengendapan nyamuk dan berakibat menimbulkan deman berdarah,” sebut Misnah. (ILU/ma)

Loading...